Restoran Cepat Saji Akui Daging Ayam Tidak Layak Konsumsi

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Pihak restoran cepat saji (Chiken Crush) yang berada di lantai 4, Mal Boemi Kedaton (MBK) Bandarlampung mengakui daging ayam yang disajikan kepada konsumen Ari Oktaviansah (35) bersama keluarganya benar daging ayam yang tak layak konsumsi.

Hal ini diungkapkan oleh Supervisor restoran cepat saji Chiken Crush, Heri mengaku, bahwa daging ayam yang disajikan itu sudah tidak layak di konsumsi oleh konsumen.

“Memang itu daging busuk dari kami, kami juga mengakui itu daging sudah gak layak di konsumsi lagi,” ujarnya, Kamis, (21/6).

Heri berdalih, jika daging ayam tidak layak tersebut dikarenakan pihaknya kurang teliti memilih daging yang dibelinya dalam bentuk potongan.

Baca Juga:   Rekor Baru, Unila Sembelih 29 Ekor Hewan Kurban

“Untuk penyebabnya kami juga kurang tahu, karena daging ayam yang kami ambil berasal dari luar, kalau kami pelihara sendiri pasti kami tahu,” kata dia.

Dia menambahkan, untuk urusan customer menjadi tanggung jawab pihaknya. Tapi, diluar itu adalah tanggung jawab dari pemilik usaha restoran atau ownernya.

“Kalau SOP (standar operasional prosedur) kami ada dan legalitas juga ada, tapi atas kejadian ini, kedepan kami akan lebih profesional dan lebih baik lagi serta meningkat standar operasional yang lebih tinggi,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Tidak terima dengan makanan siap saji yang dipesannya yang diduga tidak layak di konsumsi, sepasang suami-istri melaporkan salah satu restoran siap saji (Chiken Crush) yang berada di lantai 4, Mall Boemi Kedaton (MBK) Bandarlampung, ke Polresta Bandarlampung, Kamis, (21/6).

Baca Juga:   Jelang HAN 2021, KPA Bandarlampung Minta Isi Kepedulian Terhadap Anak dan Sesama

Ratu Meriska Sari (24) mengaku menjadi korban oleh restoran makanan siap saji yang berada di lantai 4, MBK, yang diduga menyediakan ayam tidak layak konsumsi atau ayam tiren (mati kemarin).

“Saya sama suami makan bakso yang ada di MBK, sedangkan anak saya yang masih berusia satu tahun saya pesankan chiken itu. Kemudian saya suapin anak saya itu, tapi kok ada lalat dekati makanan ini dan nggak mau pergi dari tangan saya, tapi ayam itu sudah dimakan anak saya,” ujarnya kepada radarlampung.co.id, saat ditemui di Mapolresta Bandarlampung. (ndi/ang)




  • Bagikan