Ribuan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar, Membeludak hingga Halaman Masjid

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Ribuan jamaah memadati Masjid Ad Du’a menghadiri tabligh akbar yang menghadirkan Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) dan rombongan, Sabtu (10/2) malam.

Pantauan radarlampung.co.id, jumlah jamaah mencapai sekitar 5-6 ribu orang tak tertampung dalam masjid namun tetap khidmat mengikuti tabligh akbar dari halaman masjid melalui tenda yang disediakan panitia.

Ribuan jamaah yang tak tertampung di dalam masjid dengan khidmat mengikuti tabligh Akbar di tenda halaman Masjid Ad Du’a, Sabtu (10/2) malam. Foto M. Tegar Mujahid/Radar Lampung

Selain UBN, sejumlah ulama lain seperti Fahmi Salim, Zaitun Rasmin dan Bukhori Abdul Somad juga mengisi tabligh Akbar bertema ‘Pemimpin Kebangkitan Peradaban Islam’ itu. Bahkan jamaah sudah sejak pukul 16.00 WIB, duduk tertib di dalam masjid.

UBN beserta rombongan tiba di Masjid Ad Du’a sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka menumpang mobil Toyota Alphard BE 1 RL yang dikemudikan Ketua Pelaksana Kegiatan H. Ardiansyah, S.H. rombongan langsung masuk melalui pintu belakang menuju podium.

KH Bukhori Abdul Somad mendapat kesempatan pertama memberikan tausiah. Dalam ceramahnya, ulama ini menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara beragama. Hal ini jelas telah tertuang dalam sila pertama Pancasila yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. “Indonesia ini negara beragama, artinya agama masuk ke negara ini. Yang nggak boleh itu atheis yakni yang tidak beragama,” ungkapnya.

Penceramah kedua, Fahmi Salim mengatakan, umat Islam saat ini tengah dipecah belah. Namun, meski dipecah belah, Allah SWT masih menjaga persatuan umat Islam. “Di tengah keterpurukan umat Islam saat ini, Allah SWT punya rencana di balik semua ini,” ungkapnya.

Baca Juga:   Dear Camat se-Tubaba, Siap-Siap Dapat Pelimpahan Wewenang Ini Dari Bupati

Menurutnya, pemimpin itu lahirnya dari umat. Karena itu, sosok pemimpin tergantung dari umat, sehingga jika umat salah memilih pemimpin maka umat Islam dapat semakin terpuruk.

“Kita dalam membangun keluarga berdasarkan syariat Islam. Dalam memilih pemimpin juga harus berdasarkan syariat Islam, sehingga dapat memajukan Islam di negeri ini,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Fahmi juga sempat menyoroti fenomena lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Menurutnya, saat ini, parlemen sedang menggodok peraturan tentang LGBT tersebut.

“Jelas bahwa LGBT dilarang Islam. kita menolak keras terbitnya peraturan itu. Mari kita bersama-sama menolak terbitnya LGBT. Apakah siap ke Jakarta menolak LGBT?” tanya Fahmi Salim disambut gemuruh takbir.

Fahmi Salim menambahkan, Islam saat ini sudah mulai bangkit dari keterpurukan. “Untuk itu, mari bersatu memilih pemimpin yang peduli terhadap umat Islam dalam membangkitkan ekonomi Islam,” ajaknya.

Sementara itu, pada tabligh akbar yang mengangkat tema Pemimpin Kebangkitan Peradaban Islam ini UBN menyatakan, untuk menghancurkan Islam tidak bisa dilakukan menggunakan kekerasan. Sebab, Islam akan melawan dan rela mati demi agamanya.

“Karena tidak bisa dengan cara kekerasan. Maka, islam dihancurkan melalui sistem ekonomi. Salah satunya umat Islam dibuat kelaparan,” ungkapnya.

Baca Juga:   Kendala Oksigen, RSUDAU Ragu Terima Rujukan Pasien Covid-19

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) itu menegaskan, Tabligh Akbar dilaksanakan murni untuk persatuan umat Islam, bukan atas kepentingan politik.

“Ini murni acara untuk Islam ya supaya Islam bersatu. Jangan mudah dipecah belah. Tak ada embel-embel kepentingan politik atau apapun,” tegasnya.

Dia berpesan kepada seluruh jemaah yang hadir di Masjid Ad-Du’a untuk memilih pemimpin yang siap untuk memperjuangkan Islam.

“Pilih pemimpin yang nantinya apabila terpilih siap untuk membela masyarakat. Apabila nanti seluruh umat muslim memilih pemimpin Islam, Insya Allah, Dia akan menangkan kepentingan umat Islam,” ujarnya.

Selain itu, UBN juga berpesan kepada umat Islam yang ada di Lampung untuk selalu bersatu menjaga perdamaian. Tidak lupa, ulama karismatik ini mendoakan agar Pilkada di Lampung berjalan aman, lancar dan damai.

“Semoga di Lampung menjalankan pilkada aman dan damai. Dan semoga nanti apabila ada salah satu pemimpin yang terpilih bisa menegakan syariat Islam,” tuturnya.

Terkait urusan memilih pemimpin, UBN menilai, metode saat ini kurang baik. Pasalnya, sistem saat ini tidak menerapkan prinsip syariat Islam dan masih menggunakan sistem jahiliyah.

“Cara memilih pemimpin yang baik yakni lembutkan hatimu, maafkan kesalahannya dan bermusyawarahlah. Karena calon di Lampung ini semuanya Islam, jangan sampai terpecah belah,” pesannya. (yud/rnn/fik/gus)




  • Bagikan