Ribuan Orang di Tubaba Terpapar Narkoba, Kepala BNN Lampung : Masuk Daerah Penjualan Narkoba

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Kepala Badan Narkotika Nasional Lampung Brigjend Edi Swasono angkat bicara upaya pencegahan narkoba di Kabupaten Tulangbawang Barat. Edi memaparkan, sebanyak 2.474 orang warga Tulangbawang Barat (Tubaba) terpapar narkoba. Jumlah itu setara dengan 0,97 persen dari total penduduk Tubaba. Angka ini berdasarkan hasil penelitian gabungan antara LIPI dan BNN.

Warga yang terpapar tersebut berasal dari kalangan swasta, pelajar, mahasiswa, dan aparatur sipil negara (ASN). “Jadi jumlah ini hasil penelitian LIPI dan BNN. Data ini,” ungkapnya di Tubaba, Kamis (25/11).


Di Tubaba, lanjutnya, merupakan daerah penjualan narkotika. Itu lantaran ekonomi masyarakat yang cukup meningkat dari tahun ke tahun. Sehingga para bandar melihat daerah ini menjadi tempat bisnis yang menggiurkan. “Diperlukan langkah antisipasi agar tidak semakin banyak warga kita yang menyalahgunakan narkotika,”ungkap Edi Swasono.

Baca Juga:   Semoga Husnul Khatimah, Laki-laki Itu Meninggal saat Salat di Masjid Gadingrejo

Dilanjutkan Edi, narkoba merupakan pembunuh kedua setelah kecelakaan lalu lintas. Masyarakat harus memberikan informasi sedini mungkin agar tidak semakin banyak warga yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba.

Daya rusak narkoba lanjutnya sangat berbahaya, selain merusak diri pemakainya, juga masyarakat sekitar. “Dampak lainnya adalah munculnya pelaku kejahatan baru ketika penggunanya tidak lagi memiliki uang untuk membeli barang haram itu,” tegas mantan Kasat III Narkoba Polda Lampung tahun 2005 lalu.

Narkoba adalah penjahat tanpa bentuk, tanpa wujud, tidak kenal pangkat, daya rusak dirinya dan semuanya, efek sosial muncul tindak pidana-pidana. “Kita akui semua lini hampir semua sempat terkena. Namun kita harus antisipasi agar dapat diputus dan tidak ada lagi korban-korban baru. Bagi yang menjadi korban cara satu-satunya adalah rehabilitasi,”tutup Edi lagi. (fei/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan