Ribut di Pantai Tiska, Tiga Orang Diamankan Polisi


RADARLAMPUNG.CO.ID – Beredarnya sebuah video yang memperlihatkan sejumlah orang ribut di Pantai Tiska, Panjang, yang membawa senjata tajam beberapa hari lalu. Polisi berhasil mengamankan tiga orang dalam peristiwa itu. Dimana ketiganya diamankan di kediamannya masing-masing.

Kasatreskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Devi Sujana membeberkan identitas ke 3 tersangka. Yakni berinisial D, A dan T. Ketiga pria ini diamankan karena terlihat jelas membawa sajam dalam video viral yang beredar di media sosial. “Mereka ini yang bawa sajam, ada yang bawa celurit dan golok,” kata Devi, dalam ekspos di Mapolresta pada Selasa (10/5).





Devi menjelaskan, ketiga tersangka merupakan warga sekitar, menjadi bagian dari pengamanan dan penjagaan parkir yang diberdayakan oleh pengelola pantai.

Baca Juga:   Keributan di Tokyo Space Cafe, Anggota TNI AD Tewas Tertusuk

Keributan terjadi karena masalah pembagian jatah uang makan. Pasalnya, sudah 3 hari tidak mendapatkan uang makan dari pihak pengelola pantai. “Diduga uang makan tersebut tidak semua nya sampai ke mereka, sehingga marah kepada pengelola,” kata Devi.

Namun tindakan yang dilakukan ketika tersangka jelas melanggar hukum. Karena itu aparat kepolisian melakukan penindakan terhadap para tersangka. Devi menegaskan bakal menjerat tersangka dengan pasal berlapis. Antara lain Pasal 2 ayat 1 undang undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata tajam.

Berikut pasal 335 KUHPidana tentang pengancaman. “Serta ada satu orang sempat melakukan pengrusakan yang mengakibatkan kaca loket kita kenakan pasal 406 KUHPidana,” kata Devi.

Baca Juga:   Polda Lampung Amankan Wanita Bercadar Putih yang Resahkan Warga Pringsewu

Menurut Devi para tersangka bakal terancam dipidana diatas 5 tahun penjara. Tersangka D mengakui senjata tersebut sengaja dibawa dari rumah. Senjata itu digunakan untuk mengancam pengelola pantai. “Betul pak, itu (sajam) saya bawa dari rumah,” kata D.

D mengatakan sudah diberdayakan oleh pengelola pantai untuk menjaga lahan parkir sejak awal beroperasi bulan Oktober 2021 lalu.

Namun keributan tersebut baru terjadi kali ini, karena permasalahan uang makan.”Ribut nya baru kemarin itu, karena kawan-kawan ini kan lapor (tidak kebagian jatah makan),” kata D. (gie/ang)