River Closure Tandai Pembangunan Bendungan Way Sekampung

  • Bagikan
Pembangunan bendungan Waysekampung ditandai dengan pengelakan sungai (river closure) dan diarahkan ke terowongan bendungan dengan cara blasting (peledakan). FOTO AGUS SUWIGNYO/RADARLAMPUNG.CO.ID
Pembangunan bendungan Waysekampung ditandai dengan pengelakan sungai (river closure) dan diarahkan ke terowongan bendungan dengan cara blasting (peledakan). FOTO AGUS SUWIGNYO/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Penekanan sirine menandai pengelakan sungai (river closure) untuk pembangunan bendungan Way Sekampung, Kamis (25/7). Aliran sungai diarahkan ke terowongan bendungan dengan cara blasting (peledakan).

Kegiatan ini dipimpin Kapus Ditjen SDA Kemen PUPR Ni Made Sumiarsih. Turut hadir Kepala BBWS Iriandi Azwartika, perwakilan BPKP, Bupati Pringsewu Sujadi, Dandim 0424/TGMS Letkol Anang Dwi Hasto, dan perwakilan Pemkab Tanggamus.

Kepala K3 Basid memberikan pengarahan terhadap prosedur keselamatan saat para undangan berada di lokasi kegiatan pengelakan sungai. Metode yang digunakan adalah blasting.

”Kami telah berupaya agar percikan batu tak sampai mengenai. Untuk itu bapak ibu tak melewati batas pagar yang telah kami buat,” Basid mengingatkan.

Sementara Bupati Pringsewu Sujadi mengatakan, air bisa menjadi berkah. Tapi juga dapat menjadi musibah. Tergantung masyarakat mengelolanya. “Air tak sekadar untuk proyek, tapi juga dapat bermanfaat,” kata Sujadi.

Pada bagian lain, Kapus Ditjen SDA Kemen PUPR Ni Made Sumiarsih mengatakan, pemerintah memprogramkan  pembangunan 65 bendungan di seluruh Indonesia. Dua berada dilampung, termasuk Way Sekampung. “Harapannya, potensi air dapat dikelola untuk pertanian, listrik dan lainnya,” kata Ni Made. (sag/ais)




  • Bagikan