RS Darurat Asrama Haji Rajabasa Mulai Ditata

  • Bagikan
Petugas saat memindahkan tempat tidur ke gedung lainnya di Asrama Haji, Gedung Multazam, Jalan Soekarno Hatta Bypass, Rajabasa Raya, Bandarlampung, Rabu (4/8).Corporate Planning and Investment PT Pertamedika IHC turut ikut serta dalam penanggulangan Covid-19 dengan menyiapkan standar RS untuk pasien Covid 19. Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Rumah sakit darurat Covid-19 Provinsi Lampung yang terletak di Gedung Multazam Asrama Haji Rajabasa, mulai ditata pada Rabu (4/8). Terpantau sejumlah tempat tidur mulai ditata ulang.

Indra Permana Bagian Corporate Planning And Investment PT. Pertamedika IHC selaku BUMN yang akan membantu menjadikan Asrama Haji menjadi lokasi Rumah Sakir Darurat Covid-19 mengatakan pihaknya bertujuan turut serta dalam menangani penanggulangan Covid-19 karena pandemi ini cukup banyak yang menjadi suspect Covid-19.


“Atas dasar itu kebetulan asrama haji ada kerjasama. Dengan kondisi ini akan membuat ruang asrama haji ini menjadi ruang perawatan seperti ICU, HCU, dan IGD,” ungkap Indra, Rabu (4/8).

Nantinya didalam RS darurat Covid-19 ini terdiri atas, ICU sekitar ada 21 tempat tidur, HCU ada 4 tempat tidur, rawat biasa sekitar 20 tempat tidur. Persiapannya dilakukan secara bertahap.

Baca Juga:   Bareskrim Polri dan Kementerian DLH Selidiki Limbah Hitam di Laut

“Begitu juga alat ventilator dan HFNC lengkap dengan sarana prasana yang ada seperti gas medis dan ruangan bertekanan negatif. Kami pastikan sesegera mungkin akan tiba di tempat ini. Diperkirakan di minggu kedua paling telat dan unitnya akan menyesuaikan kebutuhan ICU,” lanjutnya.

Di tambahkan Kabid Penyelengara Haji dan Umroh (PHU) pada Kanwil Kemenag Lampung H. M. Ansori mengatakan penataan asrama haji untuk dijadikan rumah sakit darurat Covid-19 mulai dilakukan Rabu (4/8). “Iya awal ini mereka sudah bangun sekat juga,” ungkap Ansori.

Dirinya menyebut, Kanwil Kemenag Lampung sesuai dengan instruksi Mentri Agama nomor 3/2021 bahwa dalam rangka menekan pandemi Covid-19, dengan mendukung memanfaatkan asrama haji yang dimanfaatkan sebagai rumah sakit darurat.

Baca Juga:   KM Lawit Isoter Pasien Tanpa Gejala Kembali ke Jakarta

“Di gedung Multazam ada 50 kamar tetapi mungkin belum semua di gunakan sesuai kebutuhan dulu mungkin lantai satu dan dua dahulu. Karena gedung ini belum pernah dipakai jadi pasti akan dikondisikan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ansori menyebut fasilitas dari asrama haji hanya menyiapkan ruangan nanti tempat tidur dan akan dikeluarkan standar kesehatan yang akan digunakan. (rma/wdi)




  • Bagikan