RS Darurat Covid-19 Lampung Belum Mulai Layani Pasien, Ini Sebabnya

  • Bagikan
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (tengah) dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat melakukan peninjauan di Lampung. Sumber Foto rilis BUMN

radarlampung.co.id-Rumah sakit darurat penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung yang terletak di Gedung Multazam, Asrama Haji Rajabasa belum juga bisa digunakan.  Molornya operasional rumah sakit yang dibangun PT Pertamina Bina Medika IHC itu dibenarkan PIC (Person In Charge) Rumah Sakit Darurat yang juga Bagian SDM Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin, Apriyanti.

Dia mengatakan masih ada persiapan dan belum dapat dipastikan kapan waktu akan dibukanya rumah sakit tersebut.


“Masih ada yang perlu di siapkan. Belum dapat kabar kapan di operasikan karena masih ada persiapan,” beber Apriyanti, Rabu (11/8) melalui ponselnya.

Selanjutnya, jika sudah mulai beroperasi. Nantinya semua pasien dari berbagai rumah sakit bisa langsung meminta rujukan ke RS darurat. Atau pasien bisa langsung datang, tanpa merupakan pasien rujukan dari RS Pertamina Bintang Amin.

Baca Juga:   Bang Aca : Kerja Diskes Lampung Harus Super Ekstra !

“Pasien yang datang ke RS Darurat asrama haji tidak hanya pasien rujukan dari RS Pertamina Bintang Amin saja. Nanti kan ada UGD (unit gawat darurat) nanti di periksa atau bisa jadi kiriman rumah sakit lain yang penuh,” tambahnya.

Sementara, untuk ketersediaan tempat tidur ada 130 tempat tidur. Sumber daya manusia (SDM) yang disiapkan ada 20 dokter umum, 20 dokter spesialis diantaranya spesialis paru-paru dan penyakit dalam, dan 50 lebih perawat.

“Tenaga kesehatan dari mana-mana, karena sebelumnya kami buka lowongan. Tapi untuk perawatan Covid-19 di RS Pertamina Bintang Amin masih ada juga, tetap beroperasi,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan