RSJ Lampung Diminta Siapkan Ruang Isolasi Covid-19 Khusus Gangguan Jiwa

  • Bagikan
Kunjungan anggota Komisi V DPRD Lampung ke Rumah Sakit Jiwa Lampung, Selasa (19/1). Dalam kesempatan tersebut, dewan meminta ada ruang isolasi khusus Covid-19 untuk penderita gangguan jiwa. FOTO DOKUMEN RSJ LAMPUNG

RADARLAMPUNG.CO.ID – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lampung diminta menyiapkan ruang isolasi khusus pasien Covid-19 yang menderita gangguan kejiwaan.

Hal ini diungkapkan dalam kunjungan anggota Komisi V DPRD Lampung, Selasa (19/1). Terdiri dari Deni Ribowo, Ferdian Azis dan Puji Sartono.


Ketiga wakil rakyat ini disambut Direktur RSJ Lampung dr. Ansyori, jajaran pejabat struktural dan fungsional serta psikiater anak dan remaja dr. Tendry Septa, SpKJ (K).

Dalam pertemuan tersebut, Deni mengungkapkan, pasien gangguan jiwa yang terindikasi terpapar virus Corona harus dirawat di rumah sakit tersebut.

“Kalau ada yang sakit jiwa, kemudian kena Covid-19, hayo mau dibawa kemana. Biar nggak mondar mandir, baiknya dibawa ke sini aja (RSJ, Red). Kami dari DPRD Lampung, Komisi V akan mendukung,” kata Deni.

Baca Juga:   Vaksinasi Merdeka Polres Tulangbawang, Target 928 Pelajar

Politisi Partai Demokrat ini juga mengungkapkan, ada risiko sangat besar yang dihadapi tenaga kesehatan di RSJ Lampung. Salah satunya karena keterbatasan alat.

“Pasien atau tamu yang masuk ke sini, harusnya sudah dilakukan rapid tes antigen. Supaya diketahui, aman atau tidak. Selama ini, sampai dengan hari ini belum ada. Hanya sekilas mata. Ini tidak bisa,” tegasnya.

Karena itu, Deni menyatakan akan membawa soal ketersediaan alat tersebut dalam pembahasan komisi.

“Dengan begitu, siapapun yang masuk ke rumah sakit jiwa ini, agar dilakukan rapid tes antigen,” sebut dia.

Sementara Direktur RSJ Lampung dr. Ansyori berharap dukungan dari DPRD terkait pelayanan di rumah sakit. “Bagaimana staf kami melayani pasien gangguan jiwa yang terindikasi Covid-19 dan tidak terpapar,” kata Ansyori.

Baca Juga:   Aspal Terminal Rajabasa Banyak Rusak

Dilanjutkan, selama ini, tenaga kesehatan melayani pasien gangguan jiwa dengan indikasi Covid-19 berdasar gejala klinis dan keluhan. (ais)

 




  • Bagikan