RSUD Dadi Tjokrodipo Bakal Jadi RS Khusus Covid-19

  • Bagikan
COVID-19 BARU
ILUSTRASI/FOTO WWW1.RACGP.ORG.AU

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tampak serius mengantisipasi lonjakan pasien isolasi Covid-19. Teranyar, Pemkot berencana memanfaatkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandarlampung menjadi RS Khusus Covid-19 Bandarlampung.

Kepala Dinkes Bandarlampung dr. Edwin Rusli membenarkan kabar tersebut. “Sebelumnya RSP Unila khusus RS Pelayanan Covid-19, sementara untuk RS A. Dadi Tjokrodipo hanya lantai 1 yang dijadikan ruang khusus Covid-19. Kedepan RS A. Dadi Tjokrodipo bakal jadi RS Khusus penanganan Covid-19 juga,” ucapnya.


Rencananya, Gedung Lama RS A. Dadi Tjokrodipo berlantai I-IV bakal dijadikan ruang isolasi pasien Covid-19. “Saat ini masih persiapkan dan tahap koordinasi dengan Direktur RS Kota,” jelas Edwin.

Di bagian lain, Plt. Direktur RSUD Dadi Tjokrodipo Bandarlampung dr.Yulita Tricia menyampaikan, dirinya sudah menerima Surat Keputusan (SK) penunjukan RSUD A. Dadi Tjokrodipo menjadi rumah sakit khusus Covid-19 Bandarlampung.

Baca Juga:   Suhendar Zuber Jabat Dirut PDAM Way Rilau, Eva: Jangan Ada Lagi Keluhan Dari Masyarakat!

Guna mewujudkan hal tersebut, tambah dr. Yulita, perlu banyak persiapan. Di antaranya, gedung yang harus memiliki saluran udara khusus untuk penanganan pasien Covid-19.

Lalu, sumber daya manusia seperti meliputi dokter dan perawat khusus menangani pasien Covid-19. Kemudian, bed ocupancy ratio (BOR) atau tempat tidur pasien Covid-19. “Kami sedang melakukan konsolidasi ke dalam terlebih dahulu, seperti rapat management intern RS,” jelasnya, Minggu (25/7).

Terkait kondisi pasien Covid-19 dirawat RS Dadi Tjokrodipo, Yulita menyampaikan saat ini RS tersebut sedang merawat pasien isolasi di lantai 1. “Iya, ada sekitar 20 orang yang dirawat di ruangan isolasi di lantai 1 ruang E-1,” ucapnya.

Kedepan, RS Dadi Tjokrodipo bakal menyiapkan BOR setidaknya 60 tempat tidur. “Karena asumsinya 1 lantai itu kapasitas tempat tidur sekitar 13-20 tempat tidur. Perlu pengaturan jarak minimal tempat tidur antara pasien 1 dengan pasien lainnya harus 2 meter dan lainnya. Jadi secara fisik banyak sekali perlu dipersiapkan sebagai penunjang RS Khusus Covid-19,” tambahnya.

Baca Juga:   Pemkot Bantah Pemadaman Lampu PJU Akibat Tunggakan Listrik

Tidak hanya itu, Yulita menyampaikan bahwa RS A. Dadi Tjokrodipo sudah melaporkan 500 nama tenaga kesehatan (nakes), baik itu dokter, perawat, bagian farmasi, dan lainnya ke form Kementerian melalui Dinskes untuk mendapatkan vaksin moderna. “Vaksin Moderna juga antisipasi untuk kekebalan tubuh Nakes RS A. Dadi Tjokrodipo dalam melayani pasien Covid-19 Bandarlampung. Apalagi RS ini bakal jadi RS Khusus Covid-19 di Bandarlampung,” ucapnya.

Selain itu, RS A. Dadi Tjokrodipo juga harus mempertimbangkan pengalihan layanan pasien BPJS Kesehatan, pun pasien umum hingga pasien penyakit dalam. “Artinya kalau RS ini dijadikan khusus melayani pasien Covid-19 kita tidak merawat lagi pasien umum atau layanan BPJS Kesehatan. Tentunya kami juga pertimbangkan hak-hak masyarakat kita yang selama ini mendapatkan layanan kesehatan di RslS A Dadi Tjokrodipo,” ucapnya. (gie/sur)




  • Bagikan