RSUDAU Lambar Krisis Oksigen, Pasien Waiting List Isolasi di Puskesmas

  • Bagikan
Dishub Lambar menerjunkan personel melakukan penyemprotan disinfektan terhadap kendaraan yang masuk terminal Pasar Liwa, Selasa (24/3). FOTO NOPRIADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID– Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUDAU) Kabupaten Lampung Barat hingga saat ini masih terkendala untuk menambah jumlah pasien isolasi dikarenakan keterbatasan persediaan oksigen. Akibatnya, jumlah pasien daftar tunggu (waiting list) di puskesmas-puskesmas cukup banyak, dan harus menjalani isolasi di puskesmas dengan fasilitas yang terbatas.

Menyikapi hal itu, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Lambar mulai bergerak, melakukan pendekatan-pendekatan kepada perusahaan-perusahaan yang ada di bumi beguai jejama sai betik tersebut, termasuk meminta bantuan para pembudidaya ikan keramba jarring apung (KJA) yang diketahui rata-rata memiliki dua hingga tiga tabung oksigen.


”Iya, untuk masalah oksigen di rumah sakit sudah kami tindaklanjuti juga, kami melakukan pendekatan dengan sejumlah perusahaan agar mereka mau berkontribusi dan membantu penanganan Covid-19 di Lambar, dan terkait dengan pengusaha KJA memang betul rata-rata mereka memiliki dua hingga tiga tabung oksigen, kami akan bicarakan kepada mereka (pengusaha KJA) agar mereka mau meminjamkan tabung oksigen ke pihak rumah sakit,” ungkap Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Lambar Maidar.

Baca Juga:   Dua Residivis Curanmor Dihadiahi Timah Panas

Menurut dia, hingga saat ini upaya yang dilakukan masih belum membuahkan hasil. Hanya saja pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan pengurus organisasi yang menghimpun pengusaha keramba tersebut.

”Kalau misalnya satu pengusaha keramba mau meminjamkan satu tabung oksigen, nah jumlah pengusaha keramba di Lumbokseminung cukup banyak, sehingga tentunya itu akan sangat membantu menuntaskan persoalan apa yang menjadi kendala RSUDAU dalam melakukan penanganan pasien Covid-19,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Alimuddin Umar dr. Iman Hendarman, Sp.A, M. Kes., mengungkapkan, saat ini rasio antara jumlah pasien dengan kebutuhan oksigen sudah sampai pada titik maksimal, sehingga belum memungkinkan lagi untuk bertambahnya jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 dan mengalami gejala berat dan membutuhkan oksigen.

“Saat ini kami merawat sebanyak 29 pasien terkonfirmasi Covid-19, rata-rata mereka mengalami gejala berat dan membutuhkan dosis oksigen yang tinggi, jika hanya membutuhkan satu atau dua liter per menit mungkin masih bisa kita menerima rujukan lagi,” ungkap Iman.

Baca Juga:   Anak Kehilangan Orang Tua Selama Covid-19 Capai 1335 orang

Untuk satu pasien, kata dia, per harinya membutuhkan dua setengah hingga tiga tabung dengan kapasitas per tabungnya sekitar enam kubik, dengan jumlah pasien yang telah mencapai 29 pasien maka saat ini masalah oksigen menjadi kendala.

“Untuk pengambilan oksigen di Lampung Tengah itu antre panjang, karena hampir semua rumah sakit di Lampung ini membeli disana, ini membuat lamanya proses membawa oksigen ke Liwa,” kata dia.

Karena itu untuk sementara waktu pihaknya menerapkan sistem waiting list. Pasien yang mendapatkan penanganan pertama di puskesmas menjalani perawatan terlebih dahulu di puskesmas. Ketika nantinya terdapat pasien yang sudah lagi memerlukan oksigen atau pulang maka pasien bisa dirujuk ke rumah sakit.

“Pasien yang akan dirujuk juga harus menjalani swab terlebih dahulu, dan masuk waiting list, kami akan informasikan lagi ke puskesmas jika ada pasien kami yang sudah pulang atau tidak lagi butuh oksigen karena kondisinya sudah membaik,” pungkasnya. (nop/wdi)




  • Bagikan