Rumah Ini Amblas Terhantam Aliran Deras Air, Hadi: Kita Harus Duduk Bersama demi Solusi Terbaik

  • Bagikan
Anggota DPRD Bandarlampung Hadi Tabrani meninjau rumah amblas akibat diterjang debit air tinggi. Foto Dok. Pribadi

RADARLAMPUNG.CO.ID – Sudah satu pekan terakhir tidur Lin Hilmi Yulita (38), bersama keluarga tak bisa nyenyak. Bagaimana tidak, kondisi rumahnya kini tak utuh lagi. Tembok bagian dapur hingga kamar mandi jebol akibat peristiwa tanah amblas yang menimpa bagian belakang rumahnya, Sabtu (14/8) lalu.

Selain khawatir adanya orang yang tiba-tiba menyusup ke dalam rumah dengan niatan jahat, ia pun was-was kembali terjadi tanah amblas di rumahnya yang berbatasan langsung dengan kawah penampung air.


Yulita bercerita, saat kejadian tanah amblas yang menimpa kediamannya, hujan deras mengguyur daerah rumahnya yang berada di Gg. Damai II, Kelurahan Labuhanratu Raya, Kecamatan Labuhanratu. Di mana, sudut rumahnya menjadi titik pertemuan aliran air dari berbagai penjuru yang minim saluran drainase. Dampaknya, air dengan debit tinggi menerjang rumahnya hingga ambrol. Bahkan, saat ini tembok bagian dapur harus menggantung terlepas dari pondasi.

Baca Juga:   Singgung Nasib Karyawan, Ini Curhatan H. Sony Kala Semua Gerai Bakso Sony Ditutup

Mirisnya kondisi rumah Yulita menyita perhatian Anggota DPRD Bandarlampung Hadi Tabrani saat menggelar reses dor to dor Jumat (20/8) sore. Ia pun teperanga melihat kondisi rumah Yulita, sembari berusaha mencari solusi agar kondisi serupa tak terulang.

Menurut politisi PAN ini, warga setempat kerap mengeluhkan banjir dampak dari pembangunan flayover. “Dari hulu sampai hilir harus kita liat kondisi drainasenya. Kemungkinan ada titik tersumbat. Yang paling utama adalah pembuangan air. Di mana, di kawasan jalan bypass pun telah terjadi penyempitan saluran drainase yang mengakibatkan air meluap ke lingkungan masyarakat,” ucapnya.

Atas kondisi itu, pihaknya pun akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bandarlampung. Salah satunya yakni terkait apakah saluran drainase di sekitar jalan bypass dapat diperlebar. “Karena jalan negara, jadi harus berkoordinasi juga dengan Balai Besar,” ucapnya.

Baca Juga:   Seluruh Gerai Disegel, Ini Tanggapan Manajemen Bakso Son Haji Sony

Tidak kalah penting, kesadaran masyarakat pun diperlukan. Duduk bersama mencari solusi bersama. “Masyarakat juga harus setuju bila daerahnya terlintasi drainase saluran pembuangan air. Agar air tidak tersumbat,” ucapnya.

Yang juga harus dipahami masyarakat, lanjut dia, saat ini kondisi keuangan Pemkot masih banyak terfokus ke Kesehatan. “Pembangunan masih tetap ada. Hanya saja sementara ini kesehatan menjadi fokus utama guna penanganan pandemi ini,” imbaunya, yang pada kegiatan itu turut membagikan paket sembako ke warga. (rls/sur)




  • Bagikan