Rumah Rusak Akibat Banjir, Terpaksa Tidur di Atap

  • Bagikan
Ruang tengah rumah Mamad, warga Kampung Karangindah, Kelurahan Panjang Selatana, Panjang yang rusak akibat banjir, Sabtu (9/3). FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID
Ruang tengah rumah Mamad, warga Kampung Karangindah, Kelurahan Panjang Selatana, Panjang yang rusak akibat banjir, Sabtu (9/3). FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Banjir yang terjadi Sabtu (9/3) menyisakan duka bagi Mamad (58). Bagian tengah kediaman warga Kampung Karangindah, Kelurahan Panjang Selatan, Panjang ini rusak cukup parah.

”Waktu hujan itu kan, langsung meledak aja gitu. Sampai tv dan barang lainnya terpental dan hanyut. Air sepertinya meluap. Dulu rumah ini sempat di atas parit kecil. Jadi air sungai masuk sini juga,” kata Mamad, Selasa (12/3).


Tidak hanya itu. Kerusakan parah menyebabkan ia dan keluarganya harus tidur di atap rumah. ”Kalau kondisinya seperti ini, terpaksa buat tempat tambahan di atas. Buat tidur sementara,”  sebut dia.

Menurut Mamad, sejauh ini belum ada aparat pemerintahan yang mengunjungi atau mengecek rumahnya. ”Baru pak RT yang cek ke sini,. Soalnya dia (RT, Red) juga ikut kebanjiran,” ujarnya.

Baca Juga:   Tak Terima Vonis Majelis Hakim, Terdakwa Korupsi Rehab SMPN 10 Metro Ajukan Banding Lagi

Lebih lanjut Mamad berharap pemerintah bisa membantu memperbaiki kediamannya. ”Nggak punya uang untuk benerin rumah. Mudah-mudahan ada yang bantu. Soalnya hujan masih sering (turun). Takut air sungai masuk lagi,” ucap lelaki yang bekerja sebagai buruh tani ini.

Diketahui, hujan deras yang terjadi Sabtu (9/3) menyebabkan banjir pada sejumlah titik. Air memasuki pemukiman di Kelurahan Panjang Selatan.

Banjir juga melanda sebagian Kelurahan Serengsem, Panjang. Salah satunya di Kampung Jati Anom, Gang Cobra.  Ketua RT setempat Tamirin menceritakan banjir yang terjadi di wilayahnya  akibat  drainase yang tidak mampu menampung debit air. (mel/ais)

 





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan