Rumah Subsidi Diprediksi Naik Hingga Rp7 Juta

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI) mengusulkan kenaikan harga rumah subsidi di Tahun 2019. Hanya saja usulan tersebut masih dibahas di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kita masih belum tahu kapan itu akan diberlakukan. Karena sekarang masih menunggu keputusan dari kementerian pusat,” kata Ketua REI Lampung, Joko Santoso saat dihubungi Radarlampung.co.id, Rabu (23/1).

Joko mengatakan, harga rumah subsidi diprediksi akan naik sebesar 3 hingga 7,5 persen atau sekitar Rp3 juta hingga Rp7 jutaan. Untuk saat ini, harganya rumah sibsidi maksimal Rp130 juta. “Kalau harga minimal memang tidak dipatok, tapi untuk sekarang maksimal masih seharga Rp130 juta,” tambahnya.

Baca Juga:   Tersisa 18 Bed di Fasyankes Pesawaran

Kenaikan harga, sambung dia, nantinya akan dipengaruhi oleh harga material dan harga tanah di masing-masing daerah. Sehingga kenaikan harga di masing-masing daerah akan berbeda-beda.

Dia mengatakan, dengan harga yang ada saat ini, minat masyarakat untuk membeli rumah subsidi masih cukup tinggi. Meski nantinya ada kenaikan harga, menurut Joko tidak akan memberikan pengaruh tinggi pada minat masyarakat.

“Kalau untuk sekarang, minat masyarakat Lampung untuk membeli rumah subsidi masih cukup tinggi. Hanya tinggal kemampuan untuk membeli saja. Tetapi seiring berjalannya waktu, kemampuan masyarakat untuk membeli rumah juga meningkat,” tandasnya. (ega/kyd)




  • Bagikan