Rupiah Tembus Rp 14.400, Apakah BI Berhasil Redam dengan Suku Bunga?

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Hari ini, Bank Indonesia (BI) akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) terkait penetapan suku bunga acuan. Para pelaku pasar sepertinya telah memprediksi BI akan kembali menaikkan bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 5 persen. Hal tersebut diharapkan dapat meredam nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kian hari makin jatuh hingga saat ini di angka Rp 14.404 (kurs tengah BI).

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira mengatakan, pengaruh efek bunga acuan BI terhadap pergerakan Rupiah terhadap indeks Dolar tak akan berpengaruh secara signifikan.

“Kecil efeknya bunga acuan ke penguatan Rupiah. Diproyeksi Rupiah hari ini masih betah di kisaran 14.200. Apalagi sebelumnya pasar sudah melakukan kalkulasi BI akan naikkan 25 bps. Jadi tidak ada surprise berlebihan di pasar,” ujarnya kepada JawaPos.com (grup radarlampung.co.id), Jumat (29/6).

Baca Juga:   Kejari Lamsel Cek RSUD Bob Bazar, Tiga Obat Covid-19 Langka

Bhima menjelaskan, tekanan global hingga saat ini masih akan terus membesar. Sehingga untuk meredam mata uang Garuda diperlukan tindakan yang lebih menyasar langsung pada lintas sektoral.

“Tidak bisa sekadar utak-atik bunga acuan,” katanya.

Pihaknya menyarankan agar pemerintah dan otoritas terkait mulai membuat paket kebijakan stabilisasi Rupiah yang sifatnya lintas sektoral menggabungkan moneter dan fiskal.

“Tujuannya juga untuk pulihkan trust investor agar kembali masuk ke Indonesia,” tuturnya.

Sementara, Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan, Rupiah sendiri diperkirakan akan sedikit mengalami penguatan jelang pengumuman hasil RDG BI hari ini.

“Rupiah kemarin terdepresiasi cukup dalam terhadap dolar AS akibat pelemahan mata uang Renminbi Tiongkok yang mendorong penurunan sejumlah mata uang Asia lainnya. Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp 14.300 – Rp 14.350 per USD,” tandasnya. (jpc/ang)




  • Bagikan