Rutan Kotaagung Gelar Razia Insidentil Dukung P4GN

  • Bagikan
Hasil razia kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kotaagung, Jumat malam (27/8). FOTO DOKUMEN RUTAN KELAS IIB KOTAAGUNG

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kepala Kesatuan Pengamanan Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas IIB Kotaagung beserta jajaran kembali menggelar penggeledahan insidentil kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), Jumat malam (27/8).

Kegiatan ini dalam rangka deteksi dini terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban serta upaya mendukung Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di lingkungan Rutan Kotaagung.


Inspeksi mendadak (sidak) dimulai pukul 20.00 WIB, dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Boy Naldo mewakili Kepala Rutan Akhmad Sobirin Soleh beserta staf pengamanan petugas Lapas, tiga taruna dan dua CASN. Mereka dibagi dalam dua kelompok dengan sasaran blok hunian warga binaan pemasyarakatan.

Boy Naldo mengatakan, razia ini merupakan bentuk keseriusan Rutan Kelas IIB Kotaagung dalam deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban. Sekaligus komitmen serta mendukung pemberantas peredaran gelap narkoba di dalam Rutan.

Baca Juga:   DPRD Gelar Paripurna Penandatanganan MoU KUPA PPAS-P 2021

“Ini merupakan komitmen kita bersama yang telah dibuat untuk mengantisipasi peredaran gelap narkoba di dalam Rutan serta deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban,” kata Boy Naldo.

Boy menjelaskan dalam pelaksanaan razia tersebut, pihaknya tidak menemukan adanya narkoba. Namun didapati beberapa barang yang dilarang seperti handphone, charger, headset, gunting, pinset, hanger kawat, gunting kuku, silet dan kipas angin rusak

“Alhamdulillah, dalam razia ini tidak ditemukan narkoba. Walaupun masih ditemukan barang yang dilarang lainnya. Dalam pelaksanaan penggeledahan ini berjalan lancar dan aman, serta tetap sesuai dengan protokol kesehatan,” tegasnya.

Untuk barang-barang yang berhasil diamankan, selanjutnya akan dibuatkan berita acara penggeledahan dan dimusnahkan. “Barang-barang terlarang tersebut kami sita kemudian dimusnahkan,” tutup Boy. (ehl/ais)




  • Bagikan