Saat Bumi Semakin Tua, Apa yang Bisa Kamu Berikan ?

  • Bagikan

Semakin tua bumi pada akhirnya menuntut kita untuk bisa merubah pola hidup. Tidak terkecuali merubah segala konsumsi yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan hingga pergulatan aktivitas yang terjadi setiap harinya.

radarlampung.co.id – Perkembangan di negara maju terkait isu lingkungan, memang tidak hanya menjadi sekedar isapan jempol belaka. Ciptakan kualitas udara yang bersih kini sudah menjadi prioritas bahkan kebutuhan vital.

Salah satu penggeraknya ialah merubah kebiasaan konsumsi bahan bakar dengan standar RON (Research Octane Number) tinggi atau angka yang menunjukan seberapa tinggi tekanan yang diberikan sampai pada akhirnya bahan bakar akan terbakar secara spontan.

Kalau berkiblat pada negara maju di dunia, bahan bakar yang beredar bahkan sudah RON 95. Karena semakin tinggi standar RON bahan bakar maka akan semakin baik kualitas udaranya.

Baca Juga:   Prokes di Masa Pandemi, BRI Perkenalkan Reservasi Online Pencairan BPUM

Dan, dalam prosesnya yang paling sulit ialah untuk hijrah pola konsumsi masyarakat ke bahan bakar yang  lebih bersahabat dengan alam.

External Communication Manger PT Pertamina (Persero) Pusat Arya Dwi Paramita menjelaskan kalau di Indonesia memang sebagian besar masyarakatnya masih sulit move on dari bahan bakar yang emisinya kurang bersahabat dengan alam. Jika dibandingkan dengan Indonesia, baru direkomendasikan untuk pabrikan kendaraan terbaru agar menggunakan BBM diatas RON 91 yang sesuai spesifikasi sulfur content BBM yang setara EURO 4.

“Kalau di Indonesia baru standar RON 92 yang setara dengan EURO 4 dan itupun baru proses dan bertahap, memang masih jauh dari standar RON di negara maju tapi setidaknya sudah berubah lebih baik, ”ujarnya.

Baca Juga:   Right Issue Disetujui, BRI Akan Kembangkan Bisnis di Sektor Ultra Mikro

Dari tiga jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beredar di masyarakat sesuai Perpres Nomor 191 Tahun 2014 yaitu, JBT (Jenis BBM Tertentu) yaitu minyak tanah dan solar yang masih disubsidi pemerintah, JBKP (Jenis BBM Penugasan) yaitu premium yang sejak 31 Desember 2014 yang sudah tidak disubsidi pemerintah dan JBU (Jenis BBM Umum) non subsidi yang harganya ditetapkan langsung oleh pemerintah.

“Dari tiga jenis BBM yang beredar di masyarakat, artinya meski masih diberikan pilihan jenis BBM tetapi perlahan harus perubahan konsumsi masyarakat ke standar BBM lebih baik atau kita menyebutnya BBM berkualitas,”jelas Arya saat Media Values Day 2018 di Yogyakarta.




  • Bagikan