Saksi Ini Ungkap Pernah Diminta Ketua PKB Lampung Akui Uang Rp150 Juta

  • Bagikan
Sebanyak Enam saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK di persidangan suap fee proyek di Dinas Bina Marga Lamteng, atas terdakwa Mustafa, pada Kamis (22/4). Foto M. Tegar Mujahid/ Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID -Mantan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa Lampung Tengah Slamet Anwar dihadirkan dalam persidangan lanjutan perkara fee proyek Lamteng dengan terdakwa Mustafa, Kamis (22/4).

Dalam kesaksiannya, Slamet mengungkapkan pernah diminta Ketua DPW PKB Lampung Chusnunia mengakui penerimaan uang Rp150 juta. Waktu itu Nunik -sapaan akrab Chusnunia Chalim kata Slamet, datang ke kediamannya bersama ibunya di Lamteng. Saat itu Nunik cerita apabila dirinya di fitnah dan dituduh Midi Iswanto telah menerima uang Rp1 miliar dan Rp150 juta. Itu terkait mahar politik dari Mustafa.


“Ya awalnya saya tidak mengerti Nunik menerima atau tidak terkait Rp150 juta dari Midi. Saya pun diminta Nunik untuk mengakui bahwa saya menerima uang Rp150 itu apabila nanti ditanya oleh KPK. Nunik bilang untuk akui penerimaan uang itu diserahkan ke saya sebanyak tiga kali,” katanya, Kamis (22/4).

Baca Juga:   Tertinggal di dalam Mobil, Ponsel Korban Hilang

Tak hanya itu saja, Nunik pun pernah lagi meminta kepada dirinya terkait mengakui penerimaan uang Rp150 juta itu. “Ketika itu saya datang ke Kantor DPW PKB Lampung, bahwa habis dipanggil KPK. Dan kembali lagi saya diminta untuk akui uang itu,” kata dia.

“Tapi ya saya tetap bersikukuh enggak mau. Disana kami sempat debat kusir. Saat itu saya datang pukul 19.30 pada bulan Maret 2019. Nunik sampaikan saya akui saja uang itu. Bilangnya untuk bayar saksi dan pembayaran rehab Kantor DPC PKB Lamteng. Dan saya menolak dan tidak bersedia. Dan dia bilang enggak akan masalah,” ungkap dia.

Lagi-lagi Nunik pun tak menyerah untuk membujuk dia, terakhir kali ketika dirinya hendak dipanggil KPK, Nunik pun mengirim seorang utusannya yang bernama Muslim Ansori.

Baca Juga:   Tak Terima Vonis Majelis Hakim, Terdakwa Korupsi Rehab SMPN 10 Metro Ajukan Banding Lagi

“Ya Muslim bilang tolong dibantu (Nunik) akui saja uang Rp150 juta itu. Ya saya enggak mau akui itu. Kalau urusan akui uang itu urusan hutang ya saya enggak mau. Padahal kan kenyataannya uang itu enggak ada ke saya,” pungkasnya. (ang/wdi)

 

Berita terkait : Jadi Saksi di Sidang Perkara Fee Proyek Lamteng, Nunik Bantah Tentukan Mahar Parpol dan Terima Rp1 M





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan