Salat Gaib dan Doa Para Santri untuk Prajurit Nanggala

  • Bagikan
Ratusan santri dan jamaah ponpes Yatim Piatu dan Dhuafa Tahfidzul Quran Riyadhus Solihin, Bandarlampung menggelar salat Gaib di mushola setempat. FOTO M. TEGAR MUJAHID/ RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pondok Pesantren (ponpes) Yatim Piatu dan Dhuafa Tahfidzul Qur’an Riyadhus Solihin menggelar salat gaib untuk 53 awak KRI Nanggala yang dinyatakan gugur.

Berdasarkan pantauan, salat gaib dilaksanakan sebelum salat tarawih berjamaah di musala ponpes, Kamis (28/4) malam. Puluhan santri dan pengajar ikut serta dalam barisan saf, khusyuk menunaikan salat dipimpin Ismail Zulkarnain, pimpinan ponpes. Usai salat, para santri kemudian berdoa.

Ismail Zulkarnain menjelaskan, salat gaib ini ditujukan bagi para korban KRI Nanggala yang tenggelam di laut Bali dan prajurit yang gugur dalam baku tembak melawan KKB di Papua.

“Kita salat gaib untuk para korban yang telah gugur menjalankan tugas negara 53 TNI dan Kabinda dan satu anggota Brimob. Jadi ada 55 anggota yang gugur di bulan ini,” jelasnya. Ponpesnya prihatin dengan peristiwa yang telah merenggut kader-kader terbaik bangsa.

Baca Juga:   HUT ke-75 Pomad, Harapan Semua Prajurit Berbuat Positif dan Inovatif

Dalam Islam, kata Ismail, Rasulullah dalam sebuah hadist menyatakan orang meninggal karena tenggelam termasuk syahid. Karena itu, dirinya bersama para santri meminta doa kepada Tuhan semesta alam: Allah SWT.

“Kami berdoa kepada Allah SWT Tuhan semesta semoga arwah patriot bangsa ini Allah ampuni dosanya, Allah terima amal ibadahnya dan Allah lapangkan kuburnya,” harapnya.

Pihaknya memiliki atensi khusus dengan TNI Angkatan Laut, sebab dua santri jebolan Riyadhus berhasil menjadi prajurit. “Dua alumni kami bergabung dengan TNI Angkatan Laut di Surabaya dan di Papua. Jadi ini sebagai atensi kami. Pengorbanan prajurit angkatan laut tidak sia-sia, hidup terakhir dalam membawa nama bangsa,” ucapnya seraya menyatakan turut berduka cita kepada para keluarga korban. (nca/sur)



  • Bagikan