Salman Subakat, CEO Paragon yang Juga Aktif di Dunia Pendidikan

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID-Berkontribusi membangun dunia pendidikan memang tak banyak dilakukan masyarakat. Terutama bagi seorang pengusaha yang fokus dalam bisnis kosmetika.

Namun, hal itu menepis upaya Salman Subakat, CEO Paragon Technology and Innovation. Dirinya justru memotivasi pengusaha lainnya untuk bisa memberikan kontribusi dalam memajukan pendidikan di Indonesia dengan mewujudkan ekosistem pendidikan.

Salman -sapaan Salman Subakat- itu menceritakan upayanya dalam membangun ekosistem pendidikan dalam Zoom Meeting yang digelar Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) Indonesia pada Rabu (21/7) pagi. Salman membuka kisahnya dengan salam hangat serta nada suara yang tenang namun tetap lugas.

Memulai dengan membangun ekosistem, Salman menjelaskan pentingnya keberadaan ekosistem, terutama ekosistem pendidikan. Karena baginya dengan adanya ekosistem baik di dunia usaha maupun pendidikan, siapapun bisa memberikan kontribusi. Sehingga ekosistem harus terus tumbuh dan berkembang.

“Ekosistem akan menyatukan kita semua, semuanya juga bisa berkontribusi. Bisa pengusaha, media tipe a, tipe B, hubungan dosen, kampus ke sekolah. Tapi ada tantangannya, maka ekosistem harus tepat,” jelas Salman.

Hal itulah yang membuat kemudian tercetuslah GWPP sejak 2020 lalu hingga saat ini. Dengan harapan GWPP menjadi organisasi yang peduli terhadap pendidikan di Indonesia, dengan misi menempuh pendidikan dalam arus media massa dan pemberitaan menuju Indonesia emas 2045.

Dengan mimpi terbesar Salman, alumni GWPP Indonesia bisa menjadi inovator di medianya, di komunitasnya dan membawa perubahan.

Baca Juga:   September, Penetapan Direktur Polinela

Kisahnya membangun ekosistem pendidikan tak sampai disitu. Lahirlah berbagai gerakan di dunia pendidikan. Mulai dari gerakan Good Leader Good Teacher; Wardah Inspiring Teacher; Semua Murid Semua Guru; Paragon Innovation Fellowship; Jabar Innovation Fellowship; Lecturer Coaching Movement; Pelatihan Inspiring Lecturer; dan INS Kayu Tanam Restoration.

Namun, awal dirinya terjun di dunia pendidikan dilatarbelakangi beberapa hal. Ini ia kisahkan selama 30 menit pertemuan. Ya, meskipun tidak dapat bertemu langsung karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, Salman membuka kisahnya yang tergerak didunia pendidikan.

Kala menit menunjukan angka 10 menit, Salman tak menurunkan nada suaranya. Dengan pembawaan santai, sesekali iapun melemparkan senyum pada kamera, suasana diskusi tak pelak menjadi nyaman.

Inisiatifnya itu bermula pada keluarga yang berlatar belakang pendidikan. Orang tuanya, merupakan dosen. Kakek neneknya merupakan guru, bahkan masih aktif hingga saat ini.

“Spirit itu pertama datang dari keluarga, memang dasarnya pendidik. Mulai orang tua saya dosen, kakek nenek saya memang guru, nenek malah masih aktif jadi guru. Itu salah satunya,” beber Salman.

Namun, pria berusia 41 tahun ini tak memiliki latar belakang lulusan pendidikan. Salman sendiri merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Elektro pada tahun 1998, kemudian pada 2018 Salman mengambil Family Enterprise Program di INSEAD Business School di Prancis. Kini pun ia tak bekerja yang berkaitan dengan dunia pendidikan, namun menjalankan bisnis dengan produk kecantikan.

Baca Juga:   Itera Bahas Adaptasi Tataan Geologi Sumatera

Dengan latar belakang itu, tak membuatnya kehilangan semangat. Itu nampak dari senyum yang sesekali di lemparkan ke kamera diiringi matanya yang memancarkan harapan bagi pendidikan Indonesia.

Menurutnya, ada hal lain yang membuatnya tertarik pada dunia pendidikan ialah keyakinannya pendidikan bisa menjadi migrasi sosial. Baginya, pendidikan lah yang bisa merubah seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik bahkan dalam waktu singkat.

“Saya juga melihat pendidikan ini bisa menjadi migrasi sosial, jadi anak petani bisa jadi kepala Research And Development (RnD) dalam waktu 4 tahun, nggak ada yang lebih cepat dari pendidikan,” tambahnya.

Keinginan ini pun dibawanya sampai ke dunia pekerjaan. Dirinya menjadikan Paragon Technology and Innovation, tidak hanya perusahaan bisnis saja. Tapi bisa juga seperti kampus, tempat untuk menambah dan terus berkembang.

Dari langkahnya yang peduli pendidikan itu, tidak hanya tercetus GWPP Indonesia yang melibatkan berbagai media bahkan seluruh Nusantara. Sejak 2019, Salman menjadi Coach dari Deepspace.co sebuah komunitas inkubator di Indonesia, dan di tahun yang sama pada 2019 menjadi coach dari PemimpinID hingga saat ini.

“Nah itulah pendidikan itu sangat dalam maknanya. Dan memang awarness nya begitu, kemudian memang sudah menjadi passion dan sudah tahu tantangan itu yang luar biasa seru dan ada oportuniti nya,” jelasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan