Salut! Enam Jam Jalan Kaki untuk Salurkan Bansos

  • Bagikan
Pendamping PHK, Bhabinkamtibmas dan aparat pekon berjalan kaki menuju pekon di wilayah terisolir untuk menyalurkan bantuan sosial PKH tahap empat, Minggu (21/11). FOTO DOKUMEN PENDAMPING PKH

RADARLAMPUNG.CO.ID – Butuh perjuangan untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) program keluarga harapan (PKH) tahap empat kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Bengkunat, Pesisir Barat.

Pendamping PKH bersama Bhabinkamtibmas dan aparay pekon harus berjalan kaki selama enam jam untuk sampai ke wilayah terisolir, Minggu (21/11). Meliputi Pekon Bandardalam, Waytiyas, Siringgading dan Wayharu.


Koordinator PKH Pesbar Dendi Iskandar mengatakan, penyaluran bansos PKH secara umum melalui rekening masing-masing KPM.

Namun untuk KPM di wilayah terisolir, dilakukan langsung. Sebab akses empat pekon terisiolir di Kecamatan Bengkunat itu cukup parah dan sulit dilalui.

“Untuk menuju empat pekon itu, tidak bisa menggunakan sepeda motor. Harus berjalan kaki. Semua yang dilakukan ini untuk memudahkan KPM bansos PKH. Sehingga mereka tidak lagi kesulitan ke bank untuk mencairkan bansos PKH tahap empat,” kata Dedi, Senin (22/11).

Baca Juga:   Formasi Dokter Umum, Dokter Gigi dan Spesialis di Pesbar Kosong

Selain itu, terus Dedi, jika KPM harus datang langsung ke bank ataupun BRILink yang berada di luar pekon, bansos yang diterima bakal habis untuk biaya operasional.

Karena itu, pendamping PKH memutuskan menyalurkan bansos untuk 680 KPM secara langsung.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang ikut mendampingi selama perjalanan hingga selesainya penyaluran bansos PKH untuk KPM di empat pekon wilayah terisolir tersebut. Diharapkan bantuan yang telah diterima dapat dimanfaatkan dengan baik,” pungkasnya. (yan/ais)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan