Sambut Bunda Eva dan Herman HN, Petugas TPS 6 Palapa Berpakaian Adat Minang Kabau

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Walikota Bandarlampung Herman HN dan sang Isri Eva Dwiana menyalurkan hak suaranya di Tempat Pemilihan Suara (TPS) 006 Kelurahan Palapa, Kec. Tanjungkarang Pusat.

Pantauan radarlampung.co.id, Panitia TPS mengenakan pakaian adat Minang Kabau, Sumatera Barat. Herman HN dan Eva Dwiana sampai di lokasi sekitar pukul 08.15 WIB. Mereka tak langsung mencoblos. Namun sekitar pukul 08.25WIB barulah dipanggil bersamaan, menggunkan hak suaranya.


Keduanya mengenakan pakaian sederhana, Herman HN mengenakan batik dengan peci hitam dan Eva Dwiana mengenakan dres terusan warna putih dengan tengahan tapis berjilbab warna merah.

Herman HN sebelum keluar meninggalkan ruang TPS, sempat berfoto dengan petugas dan mengingatkan petugas agar peserta yang hadir diberi sarung tangan plastik dan dicek suhunya, sesuai dengan protokol kesehatan.

Baca Juga:   Aspal Terminal Rajabasa Banyak Rusak

“Yang peserta-peserta ini gunakan pelatiknya. Dipakai ya, karena dia pegang pena, kertas suara dan sebagainya, biar aman,” tegurnya kepada peserta yang didampingi petugas KPPS, Rabu (9/12).

Ketua KPPS TPS 006 Palapa, Yoyok Setyonugroho mengatakan, pihaknya mengenakan pakaian adat Minang Kabau sebagai upaya melestarikan budaya, sekaligus menghormati Eva Dwiana yang berasal dari Sumatera Barat dan Walikota Herman HN.

“Sebagai pelestarian budaya, sekaligus menghormati peserta, apalagi Eva Dwiana berasal dari Sumatera Barat,” ujarnya.

Sementara, terkait masih adanya peserta yang membawa anak-anak kecil, pihaknya tidak bisa melarang, padahal sebelumnya sudah diworo-woro dan diingatkan jauh-jauh hari.

Walikota Herman HN menilai, pelaksanaan di TPS 006 cukup baik. Meskipun demikian, dirinya mengingatkan agar petugas memastikan peserta mematuhi protokol kedehatan.

Baca Juga:   Aspal Terminal Rajabasa Banyak Rusak

Dirinya juga berpesan agar masyarakat memilih pemimpin sesuai dengan hati nurani, bukan memilih karena menerima uang. Baginya, menerima dan pemberi uang sebagai bentuk money politic.

“Money politic merusak bangsa, sebagai penghianatan terhadap bangsa dan negara,” imbuhnya.

Diketahui data jumlah pemilih di TPS 006 Kelurahan Palapa, Kec. Tanjungkarang Pusat sebanyak 350 orang. Masing-masing laki-laki 162 orang dan perempuan 188 orang. (apr/yud)




  • Bagikan