Sambut Ramadan, ACT Lampung Siapkan Program Marhaban Ya Dermawan

  • Bagikan
Diskusi ACT Lampung terkait upaya pengentasan kemiskinan melalui program Marhaban Ya Dermawan, Rabu (24/4). FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID
Diskusi ACT Lampung terkait upaya pengentasan kemiskinan melalui program Marhaban Ya Dermawan, Rabu (24/4). FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Menyambut Ramadan 1440 Hijriah, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung me-launching program kemanusiaan Marhaban Ya Dermawan. ACT juga mengajak stakeholder menjadikan bulan suci ini sebagai momen akselerasi kedermawanan.

Presiden ACT Ahyudin mengatakan, Ramadan merupakan bulan terbaik dan termulia dari semua bulan yang senantiasa dijadikan momentum pelipatgandaan ikhtiar dan amalan terbaik umat Muslim.

“Indonesia masih disibukkan dengan tema politik, Ramadan merupakan momen menyatukan berbagai perbedaan. Di bulan suci ini, kita harus selalu ingat bahwa ekonomi sejumlah negara yang berpenduduk mayoritas muslim masih mengkhawatirkan. Khususnya akibat konflik yang berkepanjangan. Baik internal maupun eksternal,” kata Ahyudin dalam diskusi ACT Lampung dengan tema pengentasan kemiskinan melalui program Marhaban Yaa Dermawan, Rabu (24/4).

Baca Juga:   Bansos Beras PPKM Darurat Mulai Disalurkan

Sejalan dengan itu, dalam diskusi bersama owner pecel lele Mbak Mar Ermayanti dan Uztad Sukirman, Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka wahyuni mengatakan, saat Ramadan, pihaknya akan mengadakan beberapa paket. Yakni paket lebaran, paket sedekah Jumat, paket gizi, road show Palestina, dapur fhuafa, serta paket memakmurkan marbot masjid.

“Momentum Ramadan ini harus dijadikan kesempatan untuk mewujudkan cita-cita semakin dekat dengan Allah. Dengan cara membuat semua kaum yang kurang mampu, ceria di bulan penuh anugerah,” ujarnya.

Menurut Dian, program ini merupakan salah cara untuk menuntaskan kemiskinan. Bentuk donasi bisa berupa apa saja. Terpenting, layak diberikan.

“Bentuknya apa saja. Jika hanya punya gula, susu, beras. Jadi tidak harus uang. Seberapa besar yang diberikan, tidak menjadi tolak ukur apapun. Terpenting adalah keikhlasan untuk memberi kepada sesama yang membutuhkan,” tegasnya. (mel/ais)




  • Bagikan