Sampah Menggunung di Pantai Sukaraja, Warga Kesal Belum Ada Tindakan


radarlampung.co.id—Kondisi pantai di sepanjang Sukaraja, Telukbetung Selatan Bandarlampung masih banyak tumpukan sampah. Mulai dari sampah plastik, ranting, dahan, kayu dan lainnya.

Data yang dihimpun radarlampung.co.id, persoalan ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama dan berulang kali diberitakan media massa. Namun, sampai Minggu (15/4) menurut warga sekitar belum ada penyelesaian konkrit terkait masalah lingkungan tersebut.





Wartawan radarlampung.co.id kemarin ke lokasi pantai yang berada di bekalang Jalan Yos Sudarso,  Sukaraja, Telukbetung Selatan. Masuk ke lokasi, ternyata masih dipungut bayaran Rp10 ribu. “Harus bayar mas. Rp10 ribu,” kata pemuda yang berada di depan gapura masuk lokasi pantai.

Saat disodori uang Rp5 ribu dengan alas an hanya mampir sebentar, pemuda tersebut menolak. “Nggak bisa, disini masuknya Rp10 ribu,” ketusnya.

Masuk ke lokasi pantai memang banyak orang terlihat. Ada muda-mudi yang duduk berduaan, juga para pemancing yang sedang asyik melempar umpan ke pinggir laut. Yang membuat heran, taka da tiker, karcis ataupun potongan tanda bukti pembayaran uang masuk.

Saat sampai di dalam, terlihat pemandangan kurang mengenakkan. Tumpukan sampah plastic terlihat disana-sini. “Pantai Bukit Kunyit sebutan warga sekitar sini. Ada sungai yang memisahkan dua kampung. Antara, kampung Bumiwaras dan Sukaraja kecamatan Bumiwaras,” kata Takim (40) warga sekitar pantai.

Menurut pria yang bertelanjang dada itu, aliran air dari sungai Bukit Kunyit ke laut membawa banyak sekali sampah. Apalagi jika hujan maka sampah akan terbawa aliran air dan menyatu ke laut. Lama-lama menepi di pinggiran pantai,” jelasnya.

Helmi (60) warga kampung Bumiwaras mengatakan, sampah seperti ini sudah berlangsung tahunan. Bukan hanya warga sekitar saja yang membuang sampah di daerah ini. Melainkan warga dari kampung lain pun ikut membuang sampah disini,” ujarnya.

Muara sungai bukit Kunyit salah satu penyumbang sampah ke laut dari daratan. Foto RLO
Muara sungai bukit Kunyit salah satu penyumbang sampah ke laut dari daratan. Foto RLO

Di kampung ini, sambung dia, bukan tidak ada petugas kebersihan tetapi tidak ada tempat untuk membuang sampah tersebut. “Sempat pernah ada yang membersihkan sungai bukit Kunyit ini tetapi dengan berjalannya waktu kembali lagi begini. Setelah itu, sering difoto-foto tapi nggak juga ada tindakan,” keluhnya.

Lanjut dia, warga sekitar meminta solusi kepada pihak terkait agar memberikan jalan keluar dengan kondisi lingkungan tersebut. “Kepada pemerintah agar dapat menindaklanjuti keadaan ini. Agar tidak menjadi warisan lingkungan rusak kepada anak cucu ke depan. Karena keadaan seperti ini sudah cukup lama sekali keberadaannya,” tandasnya. (hen/gus)