Sandar di Pelabuhan Panjang, Kapal Isolasi Apung untuk Pasien Tanpa Gejala Covid-19

  • Bagikan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat meninjau Kapal Isolasi Apung, di IPC Panjang, Kamis (19/8). Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Kapal Isolasi Apung, KM Lawit sudah bersandar di Dermaga IPC Panjang. Kapal yang bakal digunakan untuk isolasi mandiri pasien dengan tanpa gejala itu siap digunakan.

Hal ini berdasarkan hasil kunjungan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi ke KM Lawit guna melihat perkembangan kapal tersebut ditemani Plt Kepala KSOP Kelas I Panjang Hendri Ginting, Kapten Herman Obrein selaku nakhoda kapal dan perwakilan PT. Pelindo II/IPC Cabang Panjang.


Arinal melihat langsung ruangan yang akan digunakan sebagai lokasi isolasi mandiri. Begitu juga ruangan yang disiapkan untuk tenaga kesehatan yang turut menjaga pasien. Dengan kapasitas 400 tempat tidur, kemudian bisa 20 sampai 30 tenaga kesehatan didalamnya, Arinal berharap kapal Isolasi Apung ini bisa digunakan secara maksimal.

“Ini semua adalah perhatian khusus pemerintah karena kita dalam posisi darurat kesehatan artinya hukum tertinggi kita adalah menyelamatkan rakyat. Tidak ada alasan maka rakyat harus kita selamatkan maka beberapa kegiatan yang sifatnya tidak penting kita diskresi itu upaya kita konsen terhadap kesehatan Covid-19 agar tidak lebih besar,” beber Arinal.

Baca Juga:   Gelombang Tinggi, Nelayan Tetap Melaut

Meskipun pada Kamis (19/8) kasus Covid-19 sudah turun meskipun belum signifikan, namun karena sifatnya situasional kasus ini tidak bisa diprediksi. Maka dari sanalah, pemerintah menyiapkan rumah sakit darurat dan kapal isolasi Apung sebagai penanganan.

“Tidak ada alasan fasilitas nya tidak siap jadi apapun yang dilakukan pemerintah harus siap demi keselamatan masyarakat Lampung tidak mengenal kabupaten/kota, namun semuanya rakyat Lampung. Para bupati dan walikota bersama gubernur harus berjuang keras didalam pengendalian ini,” lanjutnya.

Rencananya, kapal isolasi Apung ini akan digunakan untuk pasien yang isolasi mandiri dari wilayah terdekat. Seperti Bandarlampung, Lampung Selatan, dan Pesawaran. Mengingat jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh. Meskipun, masyarakat di kabupaten/kota lain juga tetap diperbolehkan untuk menjalani isolasi di kapal isolasi apung.

Nahkoda Kapal, Herman Orbein mengatakan kapal sendiri memiliki lima dek, yang juga dilengkapi fasilitas kesehatan, jogging track, televisi dan kamar mandi. “Dari kapal semua sudah siap digunakan,” tambahnya.

Sementara Kadis Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana mengatakan nantinya yang akan tinggal di kapal isolasi apung ialah pasien yang tidak memiliki gejala sama sekali. Hal itu untuk mengindari adanya hal buruk pada pasien.

Baca Juga:   33 Agenda Kerja Gubernur Tetap Jadi Acuan

“Jadi yang akan isolasi kesini adalah pasien kategori asimtomatis atau tanpa gejala jadi untuk menghindari Masyarakat yang positif, untuk tidak isoman dirumah karena ditakutkan dirumah itu ada orang tua yang rentan ada anak kecil sehingga mudah menular dan gejalanya lebih berat,” beber Reihana.

Untuk pasien akan berkerja sama dnegan puskesmas, nanti yang akan membawa pasien langsung pihak dari puskesmas langsung. Selanjutnya, bagi pasien yang berada isolasi di kapal Isolasi Apung ini akan diawasi dokter dan perawat, serta ahli gizi.

Namun untuk kapan digunakan, Reihana menyebut masih meminta beberapa hal pada pihak KM Lawit. Seperti salah satunya penyekat. “Kita minta tambahkan penyekat ya, sebagai privasi juga, agar lebih nyaman juga yang isolasi. Untuk kapan akan digunakan nanti kita tunggu persiapan itu dahulu ya,” tandasnya. (rma/wdi)




  • Bagikan