Sapi Jenis Wagyu dan Belgian Blue Lahirkan Bayi

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Tubaba, Lampung, berhasil melaksanakan ujicoba inseminasi buatan (IB) straw Wagyu dan Belgian Blue, ditandai dengan kelahiran anak sapi dari kedua jenis tersebut pada bulan Agustus ini.

Kepala Disnakkeswan Tubaba, drh. Nazaruddin MM menjelaskan, straw atau semen beku sapi jenis Belgian Blue dan Wagyu diproduksi oleh Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Jawa Timur.


Kelebihan sapi Belgian Blue adalah memiliki double muscle atau otot tumpuk sehingga produksi dagingnya lebih banyak. Sementara, sapi jenis Wagyu dikenal dagingnya gurih serta harganya mahal.

Tujuan pengembangan kedua jenis sapi itu adalah untuk meningkatkan populasi dan produktifitas sapi potong, serta meningkatkan mutu dan keragaman genetik. Sedangkan sasarannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan peternak.

Baca Juga:   Bunda PAUD Tubaba Bantu Buku Bacaan untuk Siswa PAUD

“Dari ujicoba penyuntikan straw atau inseminasi yang dilakukan oleh petugas IB dari Disnakkeswan Tubaba, pada bulan Agustus ini telah lahir masing-masing 8 anak sapi dari kedua jenis tersebut, tersebar di Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Tulang Bawang Udik, dan Tumijajar,” ungkap Nazaruddin, di ruang kerjanya, Selasa (31/8)

Ditambahkannya, ujicoba kedua jenis sapi tersebut merupakan bagian dari program SIkomandan yang merupakan program dari pemerintah pusat dan didukung oleh pemerintah provinsi.

Penyuntikan straw Belgian Blue dan Wagyu di Tubaba dilaksanakan pada November 2020, setelah itu sapi induk berhasil bunting, dan melahirkan pada bulan Agustus ini.

“Kita bersyukur atas kelahiran anak sapi jenis Belgian Blue dan Wagyu di Tubaba, yang berarti bahwa kedua jenis sapi tersebut dapat dikembangkan di daerah ini, sekaligus pertanda kita mampu melaksanakan program prioritas dari pemerintah pusat,” jelas Nazaruddin.

Baca Juga:   Bupati Tubaba Minta BBPOM Cek Makanan di Kantin

“Mengingat bahwa uji coba pengembangan kedua jenis sapi itu merupakan program dari pusat dan provinsi, maka Disnakkeswan Tubaba pun akan melaporkan perkembangannya, serta menunggu arahan selanjutnya dari pusat dan provinsi,” tutupnya. (fei/rnn/yud)




  • Bagikan