Sasar Berbagai Kalangan, IKAPTK Lampung Bantu Masyarakat Terdampak Covid-19

  • Bagikan
IKAPTK
Foto IKAPTK Lampung for Radar Lampung

Radarlampung.co.id – Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Lampung turut berperan dalam membantu sesama di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Bantuan berupa sembako hingga bedah rumah pun diberikan bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Ketua IKAPTK Lampung Sulpakar mengungkapkan, beberapa bantuan diberikan mulai pembagian sembako, santunan anak yatim piatu, fogging rumah ibadah, dan bedah rumah masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.


“Alhamdulillah kegiatan kita ini merupakan kegiatan yang sejalan dengan arahan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi untuk membantu sesama masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Sulpakar, Minggu (5/9).

Dengan harapan, dapat meringankan perekonomian masyarakat terdampak. Apalagi Covid-19 saat ini sudah berjalan selama dua tahun, sehingga dampaknya pasti sangat terasa di masyarakat.

Baca Juga:   Polinela Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Inspektor Pertanian Organik Tanaman

“Maka dengan bantuan ini kami harapkan dapat mengurangi beban masyarakat terdampak. Dan juga bisa mendorong teman-teman lain yang memiliki kemampuan untuk melakukan kegiatan serupa,” ungkapnya.

Ditambahkan Sekretaris IKAPTK Lampung Aswarodi, pada beberapa bantuan berupa sembako diberikan kepada manusia gerobak, masyarakat di Pulau Pasaran, tukang becak, masyarakat disekitar Bakung serta penyandang disabilitas.

“Kurang lebih ada 300 sembako yang sudah dibagikan,” ungkap Aswarodi.

Selain itu, pada Minggu (5/9) juga turut dibagikan paket sembako pada anak yatim dan teman-teman disabilitas. “Ada juga bantuan bagi anak-anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid-19,” lanjutnya.

Selain itu, ada pula bedah rumah yang dilakukan pada rumah warga di Kedaton, Bandarlampung. Bantuan diberikan berupa uang tunai Rp20 juta. Selain itu, ada juga kegiatan Fogging 16 rumah ibadah. Terdiri dari 10 rumah ibadah umat muslim dan 6 rumah ibadah non muslim seperti Pura, Gereja hingga Kelenteng. (rma/sur)




  • Bagikan