Satgas Covid-19 Lampung Siapkan 100 Ribu Lebih Rapid Tes Antigen

  • Bagikan
Jurubicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Lampung dr. Hj. Reihana. Foto Rimadani Eka Mareta/radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID-Dalam upaya mencegah penularan Covid-19 selama libur panjang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 mendatang. Pemprov Lampung menyiapkan lebih dari 100 ribu alat rapid tes antigen sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Hal ini dikatakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung Reihana melalui pesan WhatsAppnya Rabu (23/12). “Dari pusat ada 100 ribu itu diperuntukkan gratis untuk supir pembawa bahan logistik, lainnya mandiri. Pelaksanaan tesnya di lakukan di tol (rest area), ini untuk mengurangi dampak macet di Bakauheni, jadi yang ingin menyebrang supir pembawa logistik, bisa berhenti di rest area untuk dapat rapid antigen. Seandainya dia reaktif, barang boleh berangkat tapi ganti supir. Kita tidak menghambat logistik,” terang Reihana.

Penggunaannya dilakukan dari 18 Desember hingga 8 Januari mendatang. Reihana mengatakan, alat tersebut disiapkan di sepanjang rest area di ruas tol menuju Bakauheni. “Lokasi nya di sepanjang rest area memuju Bakauheni, semua kita pasang. Perbatasan Mesuji juga ada. Kemudian 10 ribu rapid antigen sudah kami distribusikan ke rumah sakit rujukan, kita lihat ekskalasi kasus nya yang banyak. Tracing gratis, tapi kalau mau tes ya mandiri, kalau dibutuhkan jika mau berpergian ya dengan keluarga,” tambahnya.

Sementara untuk rapid tes antigen mandiri, Reihana mengatakan pemerintah pusat telah mengatur harga yang dipatok. Yaitu untuk pulau jawa-Bali seharga Rp250 ribu per tes, sementara luar jawa Rp275 ribu per tes. Namun Reihana mengatakan, di Lampung juga ada yang memberikan tes dengan harga Rp250 ribu.

Baca Juga:   Transfer Dana Desa ke Lampung 2022 Turun Rp114,33 Miliar, Berikut Ini Rincian per Daerah

“Untuk pelaksanaan nya, bagi rumah sakit yang menggelar rapid antigen mandiri harus diperhatikan. Karena rapid tes antigen ini dengan swab, jadi perlu memperhatikan tingkat penularan melalui aerosol nya. Jadi tidak sembarang tempat memberikan Rapide antigen. semua rumah sakit saya rasa kalau dia sudah menyiapkan tempat untuk beli rapid sendiri ya silahkan mandiri,” tambahnya. (rma/wdi)





Baca Selengkapnya...





  • Bagikan