Satgas Pangan Lamtim Segera Pantau Peredaran Daging Celeng

  • Bagikan
Kabag Perekonomian Pemkab Lamtim Irawan. FOTO DWI/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Menyikapi maraknya peredaran daging babi hutan (celeng), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur segera menggelar pemantauan pasar. Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Lampung Timur Irawan menjelaskan, pemantauan pasar akan dilaksanakan oleh tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan.

Pemantauan itu dilakukan guna mengecek harga kebutuhan pokok jelang hari raya Iedul Fitri 1442 hijriah.

“Satgas Pangan juga akan melakukan antisipasi peredaran daging celeng yang diakui sebagai daging sapi,” jelas Irawan didampingi Kasubag Pengendalian dan Distribusi Perekonomian Okta Herdani.

Untuk pelaksanaan pemantauan pasar itu, Satgas Pangan akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait, seperti Dinas Kesehatan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Selain itu, Satgas juga akan berkoordinasi dengan Polres da  Kodim 0429 Lamtim.

Baca Juga:   Covid-19 Lamtim Bertambah 6 Kasus Baru

“Jadwal pelaksanaan pemantauan akan dibahas bersama anggota Satgas Pangan Kabupaten,” imbuh Irawan selaku koordinator Satgas Pangan Kabupaten Lamtim.

Sebelumnya, Polres Lampung Timur mengamankan tiga tersangka kasus pelanggaran perlindungan konsumen. Masing-masing, BJ (55) dan AA (21) warga Kecamatan Kasui Way Kanan serta TP (59) warga Kecamatan Labuhanratu Lampung Timur.

Kapolres Lamtim AKBP Wawan Setiawan melalui Kasat Reskrim AKP Faria Arista menjelaskan, ke tiga tersangka diamankan karena terlibat penjualan daging babi hutan (celeng) dengan mengatakan kepada konsumen sebagai daging sapi.

Modusnya, BJ selaku distributor yang sejak 2 tahun ini mengontrak rumah di Kecamatan Melinting Lamtim melayani pengiriman daging celeng yang dipesan TP selaku agen.

BJ membeli daging celeng dari wilayah Kota Metro dengan harga Rp30 ribu/kg. Kemudian, AA yang merupakan anak BJ mengantarkan daging  kepada agen Rp55 ribu/kg. Sementara agen menjual kepada konsumen Rp75 ribu/kg atau di bawah harga pasar daging sapi.

Baca Juga:   Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Wabup Lamtim Sidak OPD

Biasanya daging celeng itu ditawarkan kepada konsumen yang akan menggelar pesta atau resepsi. Untuk meyakinkan konsumen, jaringan pengedar daging celeng itu menunjukkan vidio pemotongan sapi kepada calon pembeli. (wid/sur)



  • Bagikan