Satgas Waspada Investasi Bekukan 308 Entitas


Radarlampung.co.id – Hingga saat ini, Satgas Waspada Investasi bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah membekukan 308 entitas yang dinilai sebagai investasi ilegal. Hal ini dilakukan, setelah banyak menerima aduan dari masyarakat.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung Indra Krisna menjelaskan, pada tahun 2017 lalu Satgas Waspada Investasi berhasil menghentikan sebanyak 80 entitas. Kemudian, di tahun 2018 sebanyak 108 entitas dan 2019 sebanyak 120 entitas.





“Jadi memang sudah banyak entitas yang kita tutup bersama dengan Kominfo,” kata Indra, Senin (3/6).

Ia menjelaskan, untuk membedakan yang nana investasi ilegal, masyarakat dapat melihat ciri-ciri seperti memberikan iming-iming hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar.

Kemudian, perekrutan konsumen baru diikuti dengan janji bonus dan cashback besar, investasi terkesan bebas dari resiko, badan hukum yang tidak jelas, serta adanya penyalah gunaan testimoni melalui pemuka agama atau pejabat publik untuk memberikan efek penguatan dan kepercayaan.

Lebih jauh dia menjelaskan, Satgas Waspada Investasi sendiri merupakan forum koordinasi antara 13 Kementerian atau lembaga dan tidak melakukan proses penegakan hukum.

Adapun ke-13 Kementerian atau lembaga yang terkait antara lain, OJK, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Koperasi dan UKM RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Kepolisian RI, Kejaksaan RI, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Kemudian, Kementerian Dalam Negeri RI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Kementerian Agama RI, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Bank Indonesia, serta Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan.

“OJK disini bertindak sebagai ketua dan sekertaris Satgas Waspada Investasi yang bertugas mengkoordinir pelaksanaan tugas sesuai kewenangan serta memberikan upaya perlindungan konsumen, dan mengkomunikasikan penanganan dengan instansi terkait,” tandasnya. (Ega/kyd)