Satpol-PP Amankan Enam Manusia Silver, Tiga di Antaranya Masih di Bawah Umur

  • Bagikan
Kasatpol PP Kota Bandarlampung Suhardi Syamsi memberi pengarahan kepada manusia silver, pengemis, dan badud yang terjaring razia, Selasa (4/1). Sumber Foto: Kasatpol-PP Kota Bandarlampung
Kasatpol PP Kota Bandarlampung Suhardi Syamsi memberi pengarahan kepada manusia silver, pengemis, dan badud yang terjaring razia, Selasa (4/1). Sumber Foto: Kasatpol-PP Kota Bandarlampung

RADARLAMPUNG.CO.ID – Manusia silver di Bandarlampung seakan tidak ada habisnya, meski telah berkali-kali diamankan oleh personil Tim Ketertiban Umum (Tibum) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Bandarlampung, namun masih tetap saja ada yang terjaring.

Mirisnya, pelaku manusia silver yang diamankan karena minta-minta di lampu merah ini, kebanyakan masih anak usia muda dan di bawah umur. Seperti yang diamankan Satpol-PP Kota Bandarlampung hari ini (4/1). Dari enam manusia silver yang diamankan, tiga di antaranya berusia 8-10 tahun.



Kepala Satpol-PP Bandarlampung Suhardi Syamsi mengatakan, hari ini, Tim Tibum Satpol-PP melakukan penyisiran secara rutin di wilayah Kota Tapis Berseri. Oprasi yang biasanya dilakukan siang hari, kini diubah ke sore hari, lantaran tidak maksimal.

“Ternyata oprasi siang ini tidak maksimal karena paling banyak dapat diamankan satu sampai dua orang. Pada hari ini kita rubah jadi sore dan kedepan kita buat malam. Terjaringlah delapan orang. Manusia silver enam orang, badut satu orang, dan peminta-minta pakai bakul kecil satu orang,” ujarnya kepada Radarlampung.co.id, Selasa (4/1).

Namun, kata Suhardi, yang membuat miris dari delapan yang diamankan, tiga orang merupakan anak di bawah umur berusia 8-10 tahun menjadi manusia silver. Maka, pihaknya berusaha memanggil orang tua anak, dengan harapan bisa berhenti dari pekerjaan menjadi manusia silver.

Kedelapan orang tersebut, lanjut Mantan Kabag Humas Pemkot Bandarlampung itu, diamankan di lampu merah perempatan Jl. Urip Sumoharjo-Jl. Arif Rahman Hakim; Lampu Merah Jl. Soekarno-Hatta-Jl. Endro Suratmin; dan lampu merah Jl. Sultan Agung-Jl. Kimaja.

“Hasil pemeriksaan orang kebanyakan berasal dari Bandarlampung dan ada juga dari Pesawaran. Ini akan kita serahkan ke Dinas Sosial. Kita tunggu tindak lanjut Dinas Sosial, kalau kita hanya mengamankan kemudian mendata, dan menyerahkan ke Dinas Sosial,” tuturnya.

Kegiatan tersebut, menurutnya akan rutin dilakukan untuk menjaga ketertiban Ibu Kota Provinsi Lampung ini. Sebab, dari yang diamankan, kata Suhardi ada yang sudah menjalakan profesi tersebut lebih dari dua tahun, ada juga yang sudah berkali-kali diamankan.

“Karena kita tidak ada tindak lanjut lebih jauh ini membuat mereka balik lagi. Biasanya abis diamankan mereka akan istirahat dan kambung lagi. Kita akan oprasi sore dan malam juga,” ungkapnya. (pip/sur)






  • Bagikan