Satu dari Tiga UKM Terancam Ransomware


Foto Net
Foto Net

Radarlampung.co.id – Selain risiko konstan dari ancaman keamanan siber, studi dari Kaspersky Lab juga menemukan risiko kerentanan keamanan yang dialami UKM akibat ketergantungan mereka pada staf yang tidak berpengalaman di bidang keamanan siber. Satu dari tiga perusahaan kelas ini mempercayakan keamanan TI kepada karyawan biasa yang tidak memiliki pengetahuan memadai untuk melindungi bisnis dari ancaman besar.

Laporan Kaspersky Lab juga menyoroti ancaman ransomware yang menyerang UKM dan dampaknya terhadap mereka. Temuannya menunjukkan ketika perusahaan menjadi target ransomware, selanjutnya perusahaan tersebut cenderung menjadi korban secara terus menerus.





Dari UKM yang telah mengalami serangan dalam 12 bulan terakhir, 37% mengalami insiden lebih dari sekali dengan dua atau tiga kali infeksi. Ancaman terhadap UKM ini dapat menimbulkan efek kelumpuhan pada bisnis, karena mengalami downtime dan tidak memiliki akses ke file dalam jangka waktu yang lama.

Data dari korban ransomware yang disurvei, lebih dari seperempat (27%) kehilangan akses ke data mereka selama berminggu-minggu, yang berarti masalah ini terus-menerus menempatkan UKM pada risiko mengalami gangguan operasi, sehingga menimbulkan hilangnya pendapatan dan kerusakan reputasi.

“Ketika Ransomware menyerang, konsekuensi yang timbul bisa sangat besar, tidak peduli apa ukuran bisnisnya. Namun perusahaan berskala kecil sangat rentan mengalami serangan ini lebih dari sekali. Salah satu penyebabnya adalah pekerjaan TI dikelola oleh orang yang bukan ahli keamanan siber, bahkan tidak memiliki waktu dan keahlian TI untuk menghadapi ancaman,” jelas Sergey Martsynkyan, Head of B2B Product Marketing Kaspersky Lab, Minggu (28/10). (kyd)