Satu Keluarga Korban Lakalantas di JTTS Hendak Tahlilan di Sumsel

  • Bagikan
Aparat Polres Tulangbawang melakukan olah tempat kejadian perkara. Sementara, korban selamat dilarikan ke RS terdekat. Foto Dok. Warga
Aparat Polres Tulangbawang melakukan olah tempat kejadian perkara. Sementara, korban selamat dilarikan ke RS terdekat. Foto Dok. Warga

Radarlampung.co.id – Minibus Toyota Rush B 1043 CFK yang mengalami kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggibesar-Pematangpanggang-Kayuagung (Terpeka) KM 182+600 A, Menggala, Kamis (16/9) pagi, ternyata satu keluarga. Zaenal Abidin (42) –salah satu korban selamat– menjelaskan, sembilan orang yang berada di dalam kendaraan tersebut merupakan satu keluarga.

Mereka hendak menuju Indralaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan untuk tahlilan 40 hari meninggalnya keluarga.


Warga Perum Graha Rajek, Kecamatan Rajek, Tangerang tersebut bercerita, awalnya ia beserta keluarganya berangkat pada Rabu (15/9) menuju Natar, Lampung Selatan.

Ia berangkat bersama kakaknya Subandrio (51), Sri Murni (51) dan Suci Puji Lestari (19) warga Kampung Waru, Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang. Selain itu, ada juga Adifa (3), dan Endarwati (45), warga Perum Graha Rajek, Kecamatan Rajek, Tangerang.

Baca Juga:   Jabatan Kasat Binmas Polres Tuba dan Kapolsek Menggala Berganti

Sesampainya di Natar, mereka menginap semalam untuk istirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sumatera Selatan.

Pada Kamis (16/9) pagi, mereka melanjutkan perjalanan. Penumpang bertambah. Keisha Anindia Putri (6), Herlina (38) dan Sunarno (43), warga Purwosari, Natar, Lampung Selatan, ikut dalam perjalanan.

Di situ, Zaenal duduk di kursi depan samping sopir. Sementara kakaknya Subandrio yang mengemudikan Toyota Rush B 1043 CFK warna silver tersebut.

Awalnya perjalanan berlangsung lancar. Hingga persitiwa nahas itu terjadi. Setibanya di dekat tempat kejadian perkara (TKP), kendaraan yang dikemudikan kakaknya menghindari jalan bergelombang.

Diduga akibat kencangnya laju kendaraan, mobil tersebut tidak terkendali, kemudian menghantam pembatas jalan di kanan jalan. Setelah itu, ban kanan depan kendaraan pecah, sehingga mobil lepas kendali lalu terguling.

Baca Juga:   Bripka IS Segera Jalani PTDH

“Mobil nabrak pembatas jalan dulu, baru ban pecah mas,” ungkap Zaenal, Kamis (16/9).

Akibat peristiwa ini, tiga orang meninggal dunia di lokasi. Ketiganya adalah Subandrio, Suci Puji Lestari, dan Keisha Anindia Putri.

Sementara enam penumpang lainnya termasuk Zaenal di larikan ke RSUD Menggala dan RS Harapan Bunda Lampung Tengah. (nal/sur)




  • Bagikan