Lamtim  

Satu Pelaku Pengeroyokan Kembali Diamankan Polisi


RADARLAMPUNG.CO.ID – Jajaran Polres Lampung Timur kembali mengamankan salah satu tersangka pelaku pengroyokan yang mengakibatkan 1 korban tewas. Tersangka adalah RM (16) warga Kecamatan Way Jepara Lamtim.

Kapolres Lamtim AKBP Zaky Alkazar Nasution melalui Kasat Reskrim AKP Ferdiansyah menjelaskan, identitas tersangka diketahui berdasarkan keterangan IN (18) yang menyerahkan diri, Jumat (6/5) lalu.





Berdasarkan keterangan itu, petugas Polres Lamtim berusaha melakukan pendekatan dengan keluarga RM. Berkat pendekatan itu, akhirnya RM menyerahkan diri ke Polsek Way Jepara dengan diantar pamong desa dan keluarganya, Sabtu (7/5) malam.

Dihadapan petugas, RM mengaku melakukan aksi pengeroyokan karena diajak rekannya yang saat ini masih buron. Dalam aksi pengeroyokan itu, RM mengakui ikut memukul korban.

“Tersangka kami amankan di Polsek Way Jepara guna pengembangan penyidikan lebih lanjut. Kami masih mendalami motif kasus pengroyokan itu dan memburu pelaku lainnya,” terang AKP Ferdiansyah.

Kesempatan yang sama AKP Ferdiansyah menjelaskan, identitas pelaku lainnya sudah diketahui. Karenanya, AKP Ferdiansyah menghimbau para pelaku lainnya segera menyerahkan diri. “Kami akan mengambil tindakan tegas kepada pelaku yang tetap nekat berusaha kabur,” tegas AKP Ferdiansyah didampingi Kapolsek Way Jepara AKP Jalaludin, Minggu (8/5)

Baca Juga:   Lamtim Siap Berangkatkan 293 CJH

Sebelumnya, Polres Lamtim berhasil mengamankan salah satu pelaku, Jumat (6/5). Kapolres Lamtim AKBP Zaky Alkazar Nasution melalui Kasat Reskrim AKP Ferdiansyah menjelaskan, pelaku yang berhasil diamankanbadalah IN (18) warga Kecamatan Way Jepara Lamtim.

Dilanjutkan, kepada petugas IN mengaku melakukan pengroyokan itu karena diajak rekan-rekannya. Pada aksi pengroyokan itu, IN mengaku melakukan pemukulan dan menendang korban.

Setelah mendengar salah korban tewas, tersangka IN akhirnya menyerahkan diri ke Polsek Way Jepara dengan diantar keluarganya.

“Saat ini, tersangka IN masih diamankan di Polsek Way Jepara guna pengembangan penyidikan lebih lanjut,”jelas AKP Ferdiansyah didampingi Kapolsek Way Jepara AKP Ferdiansyah.

Diketahui, kasus pembunuhan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Lampung Timur, Kamis (5/5) pukul 21.30 Wib.

Baca Juga:   Pencanangan Imunisasi, Pemkab Lamtim Sasar 194.178 Anak

Kali ini, peristiwa terjadi di Dusun II Desa Sumur Bandung Kecamatan Way Jepara. Petisriwa itu mengakibatkan 1 korban tewas, yaitu RS (23) warga Desa Rajabasa Lama Kecamatan Labuhan Ratu. Sementara, rekannya DM (19) juga warga Desa Rajabasa Lama mengalami luka-luka.

Kapolres Lamtim AKBP Zaky Alkazar Nasution melalui Kasat Reskrim AKP Ferdiansyah menjelaskan, peristiwa itu berawal ketika RS dan DM berniat pulang setelah berkunjung  ke rumah rekannya EH di Desa Sumber Marga Kecamatan Way Jepara.

Saat melintas di Depan SMPN 3 Way Jepara. Mereka melihat ada sekelompok pemuda sedang berkumpul. Merekapun melintasi sekelompok pemuda itu dan tidak terjadi sesuatu yang mencurigakan.

Namun, ketika akan melintasi perempatan, mereka dikejar oleh sekelompok pemuda tersebut. Karena takut, RS dan DM yang mengendarai sepeda motor masuk ke halaman rumah warga.

Namun, sekelompok pemuda yang mengejar ikut masuk ke halaman rumah warga dan langsung mengeroyok RS dan DM. Kemudian, satu dari kelompok pemuda itu menusuk RS menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka di bagian ketiak kanan dan telapak tangan kiri. Sementara, DM mengalami luka memar di sekujur tubuhnya. Setelah melakukan pengroyokan para pelaku langsung kabur.

Baca Juga:   ASN Lamtim Wajib Taati Jam Kerja

Warga sekitar yang mendengar teriakan minta tolong DM langsung berdatangan. Kemudian, warga membawa RS dan DM ke Rumah Sakit Permata Hati Way Jepara.

Namun, akibat luka-lukanya setelah dilakukan penanganan medis nyawa RS tidak dapat diselamatkan lagi. Atas kejadian itu, petugas Polres Lamtim dan Polsek Way Jepara langsung meluncur ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Kejadian itu masih dalam penyelidikan. Kami juga masih berusaha memburu para pelakunya. Doakan kami, semoga cepat menangkap pelaku dan mengungkap motifnya,” jelas AKP Ferdiansyah, Jumat (6/5). (wid/ang)