”Saya Khilaf, Dia Suka Sama Mantan Istri Saya”

  • Bagikan
Tarmiadi alias Adek (43), warga Kaliawi, Tanjungkarang Barat yang membunuh Nasrudin alias Udin (35), sepupunya sendiri saat berada di Mapolresta Bandarlampung, Selasa (30/4). FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID
Tarmiadi alias Adek (43), warga Kaliawi, Tanjungkarang Barat yang membunuh Nasrudin alias Udin (35), sepupunya sendiri saat berada di Mapolresta Bandarlampung, Selasa (30/4). FOTO MELIDA ROHLITA/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Rasa cemburu membuat Tarmiadi alias Adek (43), warga Kaliawi, Tanjungkarang Barat menikam Nasrudin alias Udin (35), sepupunya sendiri. Udin tewas dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSDUAM), Kamis (18/4) lalu.

“Saya khilaf. Dia (Udin, Red) suka sama mantan istri saya yang cerai secara agama,” kata Adek di Mapolresta Bandarlampung, Selasa (30/4).

Sebelum kejadian, Adek mengaku mendapat kabar bahwa Udin mendatangi Masawi (42), mantan istrinya. Tanpa pikir panjang, ia datang dan menusuk Udin dengan sebilah pisau.

”Ada tetangga dekat situ bilang, katanya Udin datang. Saya langsung ke sana dan tanya, kamu suka sama mantan saya? Trus dia (Udin, Red) jawab iya dan mau nikahin dia (Masawi, Red). Saya tusuk dia di dada,” sebut Adek. Usai menusuk Udin, Adek langsung kabur.

Baca Juga:   Kabar Duka, Walpri Gubernur Lampung Tutup Usia

Sementara Kasatreskrim Polresta Bandarlampung Kompol Rossef Efendi mengatakan, saat ini pihaknya masih melengkapi berkas perkara kasus tersebut. ”Tersangka akan dikenakan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun,” kata Rosef.

Sebelumnya, Tim Khusus Antibandit 308 Polda Lampung mengamankan Adek saat berada di Serang, Banten, Sabtu (20/4) lalu. Ia menghabisi Udin lantaran mendatangi Masawi, mantan istrinya yang tinggal di Jalan Pagar Alam, Gang Cempaka Raya, Gunungagung, Langkapura, Kamis (18/4).

Menurut Asmuni Ropmi (55), warga setempat, ia mendengr teriakan perempuan di depan rumah Masawi dan melihat seorang pria berbaju merah sudah terkapar berlumuran darah. ”Saya baru mau tidur jam 2 siang tadi. Tiba-tiba ada suara ibu-ibu yang teriak. Jadi ke depan dan melihat lelaki berbaju merah  tergeletak di jalan depan rumah. Dia sudah berdarah,” kata Asmuni.

Baca Juga:   Tersisa 18 Bed di Fasyankes Pesawaran

Mengetahui hal ini, ia berusaha mencari ambulans. Namun tidak ada. Lantas dengan bantuan warga yang memiliki mobil. Udin dibawa ke RSUDAM. Namun nyawanya tidak tertolong. (mel/ais)




  • Bagikan