”Saya Minta Maaf Kepada Keluarga Korban, Ayah dan Ibu”

  • Bagikan
Reka ulang kasus pembunuhan di halaman Mapolsek Kotaagung disaksikan Kasipidum Kejaksaan Negeri Tanggamus, Sabtu (19/1). FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID
Reka ulang kasus pembunuhan di halaman Mapolsek Kotaagung disaksikan Kasipidum Kejaksaan Negeri Tanggamus, Sabtu (19/1). FOTO RIO ALDIPO/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Polres Tanggamus dan Polsek Kotaagung melakukan reka ulang kasus pembunuhan terhadap Pungut Susanti (38), warga Pekon Tulungsari, Kecamatan Bandarnegeri Semoung (BNS), Sabtu (19/1). Tersangkanya adalah Afrizal (26), kekasih korban.

Reka ulang yang disaksikan Kasipidum M. Fahrudin dan jaksa Kejari Tanggamus ini dilakukan dalam dua adegan. Dimulai dari tersangka menjemput korban di pasar Pangkul hingga ia menghabisi kekasihnya.

Kapolsek Kotaagung AKP Syafri Lubis mengatakan, tersangka dijerat dua pasal. Yakni pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas).

”Selain membunuh, tersangka juga mengambil barang-barang korban,” kata Syafri.

Kasipidum Kejari Tanggamus M. Fahrudin mengatakan, dari hasil reka ulang tergambar bagaimana awal perbuatan dan terlihat niat tersangka. Ini tergambar dari dua tempat kejadian. ”Dari kedua tempat tersebut tergambar jelas niat dari tersangka,” kata dia.

Baca Juga:   Tujuh Daerah di Lampung Ini Berstatus Zona Merah Covid-19

Sementara Afrizal mengaku mengenal korban melalui temannya. Saat itu sang rekan memberikan nomor ponsel korban dengan menyebutkan bahwa yang bersangkutan berstatus janda.

Setelah menyimpan nomor tersebut, ia langsung menghubungi korban. Namun tidak aktif. Lantas korban balik menghubungi dan mereka berkenalan.

Kali pertama, keduanya bertemu di jembatan Negeriratu, Kecamatan Kotaagung. Saat semakin dekat, keduanya melakukan hubungan suami istri.

Kali terakhir, mereka bertemu Sabtu (8/9/2018). Tersangka menjemput korban dari pasar Pangkul dan membawanya ke pantai Saumil.

Lantaran banyak nelayan yang melaut, mereka pindah ke Pantai Tulungbeliung, Pekon Tebabunuk, Kotaagung. Di lokasi ini mereka berhubungan intim. Saat itulah korban mengatakan dirinya sudah hamil dua bulan.

Baca Juga:   Delapan Reklame Ditempel Stiker Tak Bayar Pajak dan Terancam Ditebang

Tersangka bingung. Sebab ia baru satu minggu mengenal korban. Lantas terjadi perselisihan. Tersangka membekap mulut korban hingga tidak bernafas. Ia kemudian mengambil ponsel dan gelang emas. Dari sini, tubuh korban didorong ke muara.

Sementara usai rekonstruksi, tersangka juga meminta maaf kepada korban dan keluarganya. Ia mengaku menyesali perbuatanya. ”Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban, ayah dan ibu. Saya mengaku bersalah mengakibatkan korban meninggal dunia. Saya menyesali perbuatan saya,” ungkap Afrizal sambil menangis. (ral/ehl/ais)

 

 




  • Bagikan