Sebelum Tewas, Video Call Dengan Kakak

  • Bagikan
Suasana rumah Mardiana Wulandari, di RT.01, Dusun 02, Pekon Sumberagung, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu yang tewas kecelakaan. FOTO MULYONO/RADARLAMPUNG.CO.ID
Suasana rumah Mardiana Wulandari, di RT.01, Dusun 02, Pekon Sumberagung, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu yang tewas kecelakaan. FOTO MULYONO/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Tewasnya Mardiana Wulandari (16 ) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Mereka berharap pelaku yang mengakibatkan putri kedua pasangan Rojikun dan Siti Eko Wati meninggal dalam kecelakaan, bisa ditangkap.

“Sampai kapanpun, sopir yang nabrak nggak bakal tenang,” kata Salmah (24), kakak Mardiana ditemui di rumah duka RT.01, Dusun 02, Pekon Sumberagung, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu, Rabu malam (1/5).

Di mata Salmah, Mardiana merupakan adik yang baik dan mudah bergaul. “Dia (Mardiana, Red) akrab dipanggil Wulan. Baik sama anak-anak. Sama saudara juga sayang,” ujarnya.

Dilanjutkan, dua hari sebelum ditemukan tewas, mereka sempat melakukan video call (VC). ”Katanya mau pulang ke rumah,” kenang Salmah. Sang adik yang hanya lulusan SD memang bekerja di Bandarlampung.

Baca Juga:   Sempat Terseret, Dua Bocah Tewas Dalam Kecelakaan

Sementara ibu Mardiana, Siti Eko Wati (44) mengaku ikhlas atas kepergian putrinya. “Saya sudah ikhlas. Dia sudah kembali kepada Allah. Mau sedih kayak manapun, dia nggak akan balik lagi. Kita hanya bisa menyerahkan masalah ini kepada kepolisian,” tegasnya. (mul/ais)  




  • Bagikan