Segmen Mikro Dominasi Permohonan Calon Debitur

  • Bagikan

RADARLAMPUNG.CO.ID – Penurunan suku bunga dasar kredit belum banyak berpengaruh terhadap peningkatan jumlah debitur. Vice President Bank Mandiri area Lampung Yunus Mulia mengatakan, saat ini memang ada kecenderungan penurunan suku bunga, namun sejauh ini tidak ada dampak signifikan yang terjadi, masih dalam kategori normal.

Dikatakannya, pemberian kredit tidak langsung berhubungan dengan penurunan suku bunga bank, akan tetapi pemberian kredit didasarkan kepada layak atau tidaknya usaha tersebut diberikan kredit. Suku bunga yang dikenakan kepada debitur, lanjutnya, akan memperhitungkan estimasi premi risiko yang dapat berbeda-beda berdasarkan tingkat risiko kredit masing-masing debitur.

“Karena tugas perbankan adalah menawarkan kredit sesuai suku bunga kredit yang bersaing. SBDK hanya bersifat  acuan saja, karena penetapan suku bunga dipengaruhi variabel lainnya, antara lain kualitas nasabah, besarnya fortopolio dan tingkat persaingan,” katanya, Senin (8/3).

Baca Juga:   Ingin Miliki Rumah KPR? REI: Tertibkan Transaksi Sebagai Bukti Bisnis Tetap Berjalan 

Yunus menerangkan, jumlah permohonan kredit yang masuk ke Bank Mandiri bisa dikatakan normal. Kalaupun ada peningkatan, itu tidak banyak.

“Saat ini permohonan calon debitur terbanyak dari segmen mikro, kalau dari target melebihi sekitar hampir 5 persen,” imbuhnya.

Menurutnya, saat ini mayoritas kredit mikro yang dijual oleh Bank Mandiri adalah kredit usaha rakyat (KUR), karena mengacu kepada ketetapan pemerintah, sehingga tidak ada penurunan suku bunga.

“Di Bank Mandiri tidak ada batasan kuota kredit, kecuali KUR yang kuotanya berasal dari pemerintah,” pungkasnya. (rur/sur)



  • Bagikan