Sekkab Waykanan : Kopi Sebagai Sumber Pendapatan Belum Menggembirakan


Sekkab Waykanan Saipul saat membuka pelatihan terkait kopi, rabu (19/6). Foto ist

radarlampung.co.id-Produksi kopi robusta Kabupaten Waykanan merupakan yang terbesar ketiga di Provinsi Lampung. Yakni setelah Lampung Barat dan Tanggamus. Karenanya, kopi robusta jadi komoditas unggulan yang terus dikembangkan Pemkab Waykanan. Hal ini disampaikan Sekkab Waykanan Saipul saat membuka pelatihan peningkatan kualitas pasca Panen Kopi Fine Robusta di Banjit Waykanan, Rabu (19/6).

“Sub-sektor perkebunan di Kabupaten Way Kanan memiliki peranan yang sangat penting dalam perekonomian daerah. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi subsektor perkebunan terhadap pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Waykanan pada sektor pertanian yang memiliki kontribusi terbesar yaitu sebesar 36,37%. Namun demikian, secara umum peran kopi sebagai sumber pendapatan petani belum menggembirakan,” jelasnya.





Harga kopi ditingkat petani, lanjutnya, kerap tidak menguntungkan petani atau juga industri olahan kopi. Salah satu sebabnya kemampuan petani kopi yang masih kurang dalam menerapkan teknologi usaha tani. Pada umumnya budidaya tanaman kopi dilakukan secara tradisional. Sehingga, produktivitas yang dicapai masih jauh dari potensi yang seharusnya dapat dicapai.

“Pada hari ini sengaja saya mengundang Narasumber dari Asosiasi Industri Kopi Bubuk Lampung (AIKBL) dan juga dari Suistainable Cofee Platform Indonesia (SCOPI) Lampung dalam rangka mentransfer pengetahuan (Transfer Knowledge) dengan harapan agar para petani, para pelaku usaha dan calon pelaku usaha IKM Kopi di Kabupaten Waykanan mampu menghasilkan biji kopi dengan mutu seperti yang dipersyaratkan oleh Standard Nasional Indonesia,” katanya.

HM Sahyar, tokoh masyarakat setempat mengapresiasi upaya Pemkab Waykanan meningkatkan taraf hidup petani kopi lewat gelaran pelatihan. Namun Sahyar berharap, hendaknya pemerintah tidak hanya memberikan pelatihan saja. Tetapi juga memberikan pendampingan sehingga tujuan dari pelatihan tersebut dapat tercapai. (sah/wdi)