Sekolah di Bandarlampung akan Terapkan PTM 100 Persen


RADARLAMPUNG.CO.ID – SD dan SMP Bandarlampung bakal melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen tanpa double Shift.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Bandarlampung,Eka Afriana melalui Kasi Kelembagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandarlampung, Mulyadi Syukri membenarkan hal tersebut. Ia menyampaikan bahwa Insyallah pada Rabu (11/5) seluruh SD maupun SMP di Kota Bandarlampung Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen tampa double Shift.





Menurutnya, PTM 100 Persen bisa diterapkan pada SD dan SMP Bandarlampung karena dilatarbelakangi 100 persen Guru dan Tenaga Kependidikan juga sudah vaksin booster (vaksin III) dan kasus covid-19 di Bandarlampung sudah melandai dan telah masuk PPKM level 2.

Baca Juga:   Tiba di Indonesia, Vina Temui Rektor UTI

Hal senada juga dikatakan Kepala SMPN 41 Bandarlampung, Maya Trisia juga membenarkan bahwa Siswa kelas 7 dan 8 SMPN 41 Bandarlampung bakal mengikuti PTM 100 persen pada hari pertama usai libur idul fitri 1443 H yakni Pada Rabu (11/5) mendatang.

“Karena Kasus terpapar covid 19 sudah melandai bahkan tidak ada kasus terpapar covid-19,  selain itu semua siswa serta Guru dan Tenaga Kependidikan  (GTK) telah divaksin sampai tahap 3 (booster). Untuk Siswa akan masuk PTM 100 persen mulai Rabu (11 Mei 2022). Sementara, untuk GTK mulai masuk pada Senin (9Mei 2022),” katanya.

Lebih rinci, Ia menyampaikan untuk siswa akan melakukan PTM 100 persen ada 14 Kelas/Rombongan Belajar (Rombel)  kelas 7 dan 8. Mereka maksimal 6 jam per hari. Dengan rincian, siswa kelas 7 ada 8 kelas (rombongan belajar/rombel), dan siswa kelas 8 ada 6 kelas. “Untuk siswa kelas 9 tidak masuk lagi karena telah menyelesaikan ujian sekolah,” kata dia.

Baca Juga:   Terbawa Nafsu, Remaja Ini Nekat Cabuli Anak Dibawah Umur

Selain GTK dan Siswa sudah 100 persen Vaksin III (booster), berbagai persiapan yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk melaksanakan PTM 100 persen diantaranya Protokol Kesehatan (Prokes) di Sekolah seperti tempat cuci tangan di air mengalir serta sabun yang memadai, termogun dan alat pengecek suhu lainnya.

Lalu, ruang UKS dan petugasnya yang ready, tetap wajib menggunakan masker. Serta menyarankan siswa ke membawa makanan dan minuman dari rumah, karena kantin belum boleh dibuka. “Mari kita Kobarkan semangat masuk perdana ke sekolah untuk belajar tatap muka 100 persen tanpa double shift dengan tetap menjaga protokol kesehatan (Prokes). Dan semoga selalu sehat dan pendidikan terpulihkan,” pungkasnya. (gie/ang)

Baca Juga:   Universitas Teknokrat Indonesia Gelar PKM Sekolah Binaan di SMA Al Huda