Selama Dua Pekan Polres Tuba Ringkus 13 Pelaku Tindak Kejahatan

  • Bagikan

radarlampung.co.id – Kepolisian Resor (Polres) Tulang Bawang menggelar konferensi pers tentang keberhasilan mengungkap kasus selama dua pekan, pada Senin (28/5) sekira pukul 15.15 WIB yang dilaksanakan di GSG (gedung serba guna) Wira Satya Mapolres setempat.

Kegiatan ini dipimpin langsung Kapolres Tulang Bawang AKBP Raswanto Hadiwibowo, bersama Wakapolres Kompol Djoni Aripin, Kasat Reskrim AKP Zainul Fachri, Kasat Narkoba Iptu Boby Yulfia, Kasubbag Humas Iptu Endri Junaidi, Kanit I Satreskrim Iptu Dyvia Ardianto dan Paur Subbag Humas Ipda Edy Saderi.

Kapolres mengatakan, selama dua pekan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dan Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba), berhasil mengungkap sebanyak 13 pelaku tindak pidana.

“Delapan orang pelaku peredaran gelap Narkotika terdiri dari enam orang pelaku laki-laki dan dua pelaku perempuan, empat orang pelaku pembunuhan berencana yang disertai curas (pencurian dengan kekerasan) dan satu orang pelaku pemalsu BBM (bahan bakar minyak),” papar AKBP Raswanto.

Lanjutnya, untuk para pelaku peredaran gelap Narkotika sebanyak delapan orang, akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Baca Juga:   Awas, Jangan Coba-Coba Timbun Obat dan Oksigen Medis !

Sedangkan, untuk empat orang pelaku pembunuhan berencana yang disertai curas, akan dijerat dengan Pasal 340 Sub 338 atau 365 ayat 4 KUHPidana, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup.

“Adapun identitas dari ke empat pelaku pembunuhan tersebut yaitu ES (27), warga Kampung Gedung Bandar Rejo, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang, NR (21), warga Kampung Rejo Bangun, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, EO (50), warga Kelurahan Gaya Baru Tiga, Kecamatan Seputih Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah dan DA (32), Warga Kampung Way Kepanyang, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran,” jelas AKBP Raswanto.

Lanjutnya, BB (barang bukti) yang diamankan dari para pelaku dalam perkara ini berupa Mobil Daihatsu Granmax warna hitam yang di cat putih BE 9290 BL dan telah diganti plat menjadi B 9785 UKB berikut STNK (surat tanda nomor kendaraan), Senpi (senjata api) Rakitan jenis revolver berikut dua butir amunisi dan Sajam (senjata tajam) dengan panjang sekira 33 cm.

“Motif para pelaku mengakhiri nyawa korban Supomo, lantaran pelaku ES sakit hati karena mantan istrinya menjalin hubungan dengan korban,” ungkap AKBP Raswanto.

Baca Juga:   Seorang Bocah Terperosok ke Dalam Sumur

Dan untuk pelaku pemalsu BBM akan dijerat dengan Pasal 54 Jo Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, diancam dengan dipidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp. 60 Miliar.

“Pelaku berinisial TA (30), yang berprofesi wiraswasta, warga Tiyuh Karta Raharja, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat,” terang AKBP Raswanto.

Lanjutnya, BB yang diamankan dari pelaku pemalsu BBM berupa tiga botol pewarna (pertalite, pertamax dan premiun), satu karung pelarut warna, satu jerigen kosong ukuran 20 liter, Mobil Suzuki Pick Up warna hitam BE 9325 QB berikut kunci kontaknya, 10 jerigen yang berisi pertalite campuran, 10 jerigen yang diduga minyak tanah dan 5 jerigen premium murni.

“Kapolres menerangkan, berdasarkan keterangan dari pelaku TA, aksi memalsukan BBM ini sudah dilakukan oleh pelaku selama tiga bulan dengan cara mencampur premium murni dengan minyak tanah dan bahan pelarut serta pewarna, untuk menghasilkan pertalite dan pertamax,” tukasnya. (nal/ang)




  • Bagikan