Selamat! Pemkab Tuba Tutup Tahun dengan Penghargaan Dari Gubernur

  • Bagikan
Bupati Tulangbawang Winarti menerima penghargaan dari Gubernur Lampung atas keberhasilan penurunan angka stunting terbaik di Lampung. Foto Diskominfo Tulangbawang
Bupati Tulangbawang Winarti menerima penghargaan dari Gubernur Lampung atas keberhasilan penurunan angka stunting terbaik di Lampung. Foto Diskominfo Tulangbawang

Radarlampung.co.id – Menjelang tutup tahun 2021, Pemkab Tulangbawang (Tuba) kembali meraih penghargaan.

Kali ini, penghargaan datang dari Gubernur Lampung atas keberhasilan penurunan angka stunting terbaik di Lampung.



Tidak hanya itu, penurunan angka stunting Tulangbawang juga menempati peringkat kelima dari seluruh daerah di Indonesia Tahun 2021.

Penghargaan di serahkan langsung oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi kepada Bupati Tulangbawang Winarti di Mahan Agung, Bandarlampung, Jum’at (31/12).

Dalam kesempatan itu, Gubernur berharap angka stunting di seluruh daerah di Lampung kedepannya dapat terus mengalami penurunan.

Sementara itu, Bupati Tulangbawang Winarti mengucapkan terimakasih kepada Gubernur atas apresiasi dan penghargaan yang diberikan.

Baca Juga:   Kunker ke Rawajitu, Bupati Winarti Paparkan Hasil Pembangunan

Menurut Bupati, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras dan gotong royong jajarannya dan masyarakat Tulangbawang.

“Ini merupakan hasil dari gotong royong kita semua. Penurunan angka stunting ini merupakan bukti bahwa 25 program BMW (bergerak melayani warga) bermanfaat dan relevan bagi masyarakat Tulangbawang,” kata Winarti.

Mantan ketua DPRD Tulangbawang tersebut berharap dengan 25 program BMW yang manfaatnya sudah mulai di rasakan, ke depannya angka stunting di Tulangbawang dapat terus di tekan.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tulangbawang Fatoni menjelaskan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Baca Juga:   Mulai Bangkit, Realisasi Pajak Pemkab Tuba Naik Rp5 M Lebih

Kondisi gagal pada tumbuh anak balita tersebut disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi kembali.

Fatoni menjelaskan, angka stunting di Tulangbawang dalam beberapa tahun terakhir selalu mengalami penurunan.

Berdasarkan riset kesehatan dasar tahun 2018, angka stunting di Tulangbawang mencapai 32,49 persen.

Pada tahun 2019, berdasarkan studi status gizi balita Indonesia, angka stunting kembali mengalami penurunan menjadi 15,39 persen.

Sementara, pada tahun 2020 berdasarkan giat gerebek stunting angka stunting di Tulangbawang turun menjadi 11,17 persen.

“Alhamdulillah Tahun 2021 turun lagi menjadi 9,5 persen. Angka tersebut menjadi yang terendah di Provinsi Lampung dan masuk 10 besar Nasional,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan.

Baca Juga:   Musim Penghujan, Pemkab Tuba Ingatkan Bahaya DBD

Menurutnya, turunnya angka stunting di Tulangbawang bukan kebetulan. Namun telah ditentukan dalam rencana pemerintah jangka menengah daerah (RPJMD) Tahun 2018-2022 yang tertuang dalam 25 program unggulan Bergerak Melayani Warga (BMW).

“Turunnya angka stunting di Tulangbawang menunjukkan bahwa komitmen dari berbagai pihak sudah berjalan dengan baik dan berjalannya 25 program unggulan Bupati Tulangbawang,” tandasnya.

Penurunan stunting sendiri dapat dilakukan melalui dua intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung. (nal/sur)






  • Bagikan