Selamat! Rektor IIB Darmajaya Resmi Sandang Gelar Doktor

  • Bagikan
Foto Humas Darmajaya For Radarlampung.co.id
Foto Humas Darmajaya For Radarlampung.co.id

Radarlampung.co.id – Rektor Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Dr. Ir. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., berhasil menyelesaikan studi Doktoralnya.

Raihan itu didapat setelah menjalani sidang terbuka pada Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Radin Intan Lampung, Kamis (2/12) lalu.



Sidang terbuka digelar dengan penguji Prof. Dr. H. Idham Kholid, M.Ag sebagai Ketua, Dr. Koderi, M.Pd. (sekretaris), dan penguji 1 Prof. Dr. H. Syaiful Anwar, M.Pd., Prof. Dr. H. Moh. Mukri M.Ag. (penguji 2), Prof. Dr. H. Agus Pahrudin, M.Pd. (penguji 3), Prof. Dr. Hj. Siti Patimah, M.Pd. penguji 4) dan Dr. H. Jamal Fakhri, M.Ag, (penguji 5)

Sidang yang berlangsung pukul 15.30 WIB dan dilakukan secara virtual tersebut berjalan lancar.

Dalam sidang terbuka tersebut, Firmansyah mengangkat judul disertasi “Mutu Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Swasta di Bandar Lampung” dan mendapatkan nilai sangat memuaskan.

“Alhamdulillah, akhirnya dapat selesai. Terima kasih atas dukungan dari keluarga terutama istri tercinta dan anak-anak serta Civitas Academica IIB Darmajaya. Kakak-kakak saya Ketua Yayasan Alfian Husin Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A., dan Bendahara Yayasan Ary Meizari, S.E., MBA,” kata Firmansyah, Minggu (5/12).

Bang Firman –biasa dia disapa– menjelaskan, dengan selesainya studi doktoral ini juga menjadi awal untuk memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.

“Terima kasih juga kepada para penguji dan promotor yang telah banyak memberikan masukkan untuk kesempurnaan disertasi ini. Semoga menjadi ladang amal dan ibadah,” tuturnya.

Rektor IIB Darmajaya itu juga berharap dapat menginspirasi kaum muda dalam menempuh pendidikan lebih tinggi lagi.

“Semoga disertasi ini juga dapat bermanfaat bagi perguruan tinggi dalam pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam, yang saya nilai SKS-nya masih sangat sedikit,” tandasnya. (rls/mel/sur)






  • Bagikan