Selasa, Rumah Sakit Darurat Covid-19 Lampung Bisa Mulai Beroperasi

  • Bagikan
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, dan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi meninjau Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Gedung Multazam, Asrama Haji, Rajabasa, Bandarlampung, Minggu (8/8). Foto M. Tegar Mujahid/Radarlampung.co.id

RADARLAMPUNG.CO.ID – Rumah sakit darurat Covid-19 di Lampung, yang terletak di Gedung Multazam Asrama Haji Rajabasa, Bandarlampung, ditargetkan mulai beroperasi, Selasa (10/8).

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Pertamina Nike Widyawati usai turut menghadiri peresmian rumah sakit darurat Covid-19 di Lampung, Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin ekstensi Asrama Haji Lampung. “Rencana selasa sudah bisa beroperasi untuk masyarakat,” ujar Nike di Gedung Multazam, Asrama Haji Rajabasa Lampung.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN RI Erick Thohir, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, dan Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC, Dr Fatema Djan Rachmat.

Menag Yaqut Cholil mengatakan, rumah sakit darurat merupakan bukti pemerintah dalam memberikan respon dan cepat pada masyarakat di Lampung.

“Pandemi belum berakhir saat ini. Maka melalui Menteri BUMN memberikan inisiatif cepat sehingga fasilitas kesehatan di Lampung untuk antisipasi pandemi Covid-19 bisa mencukupi,” jelas Menag.

Baca Juga:   Puluhan Petugas DLH Sisir Jalan, Dapat Belasan Ton Sampah Hasil Buang Sembarangan

Yaqut menambahkan, ini merupakan gerak cepat BUMN. Menag hanya menyambut, karena ada asrama haji yang bisa digunakan untuk rumah sakit darurat Covid-19.

“Saya memberikan catatan penting hanya tiga hari diciptakan, ini salah satu karya cepat BUMN menyiapkan rumah sakit hanya tiga hari. Bisa segera dimanfaatkan namun kalau ada kejadian tertentu rumah sakit sudah siap,” lanjutnya.

Sementara Menteri BUMN RI Erick Thohir menyebutkan, dengan hadirnya rumah sakit darurat Covid-19 ini memang menjadi bukti pemerintah untuk melayani masyarakat tanpa lelah untuk bekerja keras dan bergotong royong.

“Ini tidak mungkin terjadi tanpa ada kerjasama Menteri BUMN, Menteri Agama, dan Gubernur Lampung. Kita ketahui, kerjasama kami dan Kementerian Agama adalah dua hari, setelah (rumah sakit) Pondok Gede, ini tentunya di Lampung,” ungkap Erick.

Erick mengatakan, cepatnya pembangunan rumah sakit darurat Covid-19 di Lampung ini juga dilandasi hubungan langsung yang dilakukan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dengan dirinya terkait data pandemi Covid-19 di Sumatera yang mulai meningkat.

Baca Juga:   Vaksinasi Merdeka Polres Tulangbawang, Target 928 Pelajar

“Ketika data terlihat bahwa data penyebaran Covid-19 meningkat di Sumatera, percepatan RS kita lakukan secata bersama-sama. Saya terimakasih Dirut Pertamina dan Dirut IHC terus mendorong kementerian tiada hentinya kita lakukan di awal tahun ini,” tambahnya.

Namun Erick mengatakan, meski disiapkan rumah sakit ini, namun dirinya mengajak masyarakat berdoa untuk tidak ada penambahan kasus Covid-19 di Lampung.

“Rumah sakit ini kita siapkan yang terbaik, kita berdoa tentu bukan menambah penyebaran Covid-19 tapi menanggulangi. Saat ini total 200 tempat tidur dengan semua fasilitas ICU, tentunya kalau sudah covid fasilitas ini bisa digunakan fasilitas lainnya seperti pasien dengan penyakit TBC. Kita dalam pembangunan harus pembangunan berkelanjutan, masyarakat Lampung juga tetap menjaga prokes, kami pemerintah hadir untuk menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan,” ucapnya. (rma/sur)




  • Bagikan