Selewengkan Dana Desa, Oknum Kapekon di Cukuhbalak Ditahan

  • Bagikan
Wakapolres Tanggamus Kompol MN Yuliansyah didampingi Kasatreskrim AKP Edi Qorinas memberikan keterangan terkait dugaan penyimpangan dana desa di Pekon Sukapadang, Kecamatan Cukuhbalak. FOTO ZEPTA HARYADI/RADARLAMPUNG.CO.ID
Wakapolres Tanggamus Kompol MN Yuliansyah didampingi Kasatreskrim AKP Edi Qorinas memberikan keterangan terkait dugaan penyimpangan dana desa di Pekon Sukapadang, Kecamatan Cukuhbalak. FOTO ZEPTA HARYADI/RADARLAMPUNG.CO.ID

radarlampung.co.id – Penyidik Polres Tanggamus menahan Amir Hamzah, oknum Kepala Pekon Sukapadang, Kecamatan Cukuhbalak sebagai tersangka dugaan penyimpangan dana desa 2018. Berdasar audit BPKB Perwakilan Lampung, terdapat kerugian negara yang mencapai Rp508.428.473.

Wakapolres Tanggamus Kompol MN Yuliansyah mengatakan, dalam dugaan penyelewengan dan penggunaaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tersebut, ada pekerjaan pembangunan yang tidak terealisasi.

APBDes tersebut mencapai Rp742,335 juta lebih. Selama ini oknum kepala pekon sudah diberikan kesempatan memperbaiki dengan pekerjaan susulan. Namun tidak dilakukan. ”Berdasar hasil audit BPKB Perwakilan Lampung, ada kerugian negara yang mencapai Rp508.428.473,” kata Yuliansyah.

Yuliansyah yang didampingi Kasatreskrim AKP Edi Qorinas menuturkan, pekerjaan lain adalah jalan rabat beton tiga ruas masing-masing dengan panjang sekitar 500 meter. Lalu bangunan Polindes dan pekerjaan lainnya. Selama ini oknum kepala pekon sudah diberi pembinaan, namun yang bersangkutan tidak mengindahkan.

Baca Juga:   Polresta Pantau Ketersediaan Obat-obatan dan Multivitamin Penderita Covid-19

“Oknum (kepala pekon) itu sudah ditahan di Mapolres Tanggamus sejak 8 Oktober lalu,” sebut dia.

Lebih lanjut Yuliansyah mengungkakan, dari hasil pemeriksaan, dana desa itu digunakan oleh Amir Hamzah untuk keperluan pribadi. Modusnya memberikan dokumen fitif.

”Perkara ini adalah hasil temuan dari kepolisian atas informasi dari anggota. Lantas dilakukan penyelidikan intensif dengan memeriksa saksi-saksi. Kemudiann didasari audit BPK Lampung,” paparnya. Sejauh ini, terus Yuliansyah, belum ditemukan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.




  • Bagikan