Semenjak Pulang dari Perantauan, RS Terduga Teroris Sering Menutup Diri

  • Bagikan
Rumah terduga teroris RS yang berada di Jl. Samratulangi, Kelurahan Penengahan, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung, terlihat sepi, Minggu (10/3). FOTO M. TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Bagi para tetangga terduga teroris berinisial RS (23) yang tinggal didekat kediamannya terletak di Jl. Samratulangi, Gang Suhada, Kelurahan Penengahan Raya, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung. RS sering berdiam diri semenjak ia pergi tanpa kabar.

“Dia (RS) dulu pernah pergi ke ke Palu, Sulawesi Tengah. Baru pulang 20 hari lalu, dan memang sebelum ke Palu dia ke Banten dan menetap disana selama satu bulan,” ujar Ketua RT III LK II Saiung Siswomulyono, Minggu (10/3).

Dan semenjak itu lah, RS jarang pernah bergaul dan keluar rumah. Yang terakhir dia ini pernah tidak suka dengan kegiatan warga sekitar. “Pernah dulu sebelum ditangkap ada warga yang sedang orgenan malah dilempar batu oleh RS ini,” jelasnya.

Baca Juga:   Alhamdulillah, Gaji Tenaga Kontrak Cair

Menurutnya, saat merantau ke Palu dan Banten itu RS tidak pergi sendirian ia mengajak adiknya yang masih menginjak bangku Sekolah Dasar. “Informasinya dia pulang ke sini (Bandarlampung, red) setelah bermimpi mencium kaki ibunya,” bebernya.

Lalu ditanya terkait apa alasan RS pergi ke Banten dan Palu, Saiung pun tidak tahu karena keluarganya pun tidak pernah cerita. “Ya itu kepergiannya juga agak kurang tahu karena keterangan dari keluarga juga belum banyak yang bisa diungkapkan,” terangnya.

Setelah dilakukan penangkapan itu, lanjut Saiung Tim Densus 88 menemukan sebuah di atap rumah tetangganya dan sepengetahuan dari orang tuanya. “Ya kalau masalah bom itu orang tua dia ini malah enggak tahu,” katanya.

Baca Juga:   Polda Lampung Masih Susun Berkas Dugaan Korupsi Jalan Sutami

Dan pada saat penangkapan itu RS tidak terima dan berontak lalu berteriak penghianat. “Waktu penangkapan itu dia ngamuk dan bilang siapa yang telah melaporkannya,” tandasnya. (ang/sur)





  • Bagikan