Seminar Internasional Poltekkes Tanjungkarang Hadirkan Lima Pemateri

  • Bagikan
Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang menggelar seminar internasional di Graha Adora, Sabtu (23/11). Foto Elga Puranti/radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Tanjungkarang menggelar kegiatan Symposium Internasional di Graha Adora, Sabtu (23/11). Mengusung bertajuk Perioperative Nursing in Dealing with Global Issues, kegiatan ini diikuti sejumlah mahasiswa, perawat serta masyarakat umum.

Seminar ini menghadirkan 5 pemateri antara lain Lee Shu Lay, RN, RM, BHSN, MPH dari Singapura, Tetsuya Tanioka, RN, MA, MSN, PhD, FAAN dari Jepang, Nicolo Andrei Alamar Anonuevo, PhD NA, RN dari Philipphina, Costy Pandjaitan CVRN, SKM, MARS, PhD dari Indonesia, dan Dr. Anita S.Kp, M. Kep, Sp. Mat yang merupakan dosen Poltekkes Kemenkes Tanjungakarang.

Dalam sambutannya, Direktur Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Warjidin Aliyanto mengatakan, di era globalisasi saat ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat dan terjadi pada hampir semua aspek kehidupan. Perawat memiliki tantangan tersendiri di tengah globalisasi dan era digital atau industri 4.0.

Baca Juga:   Itera Bahas Adaptasi Tataan Geologi Sumatera

“Perawat harus dapat mengikuti dan beradaptasi dengan lingkungan sekitar yang berbasis teknologi. Perawat harus menggunakan teknologi informasi dan mengutamakan keselamatan klien untuk peningkatan mutu pelayanan terhadap klien,” katanya di hadapan peserta seminar.

Lebih jauh dikatakannya, tindakan pembedahan saat ini menempati urutan ke-11 dari 50 penyakit di Rumah Sakit Indonesia dengan persentase 12,8 persen. Survey WHO tahun 2015 menunjukkan sekitar 5 persen – 15 persen merupakan angka infeksi luka operasi dan 5 persen sampai 34 persen merupakan infeksi nosokomial.

“Hal ini turut mendorong perlunya kita mencermati berbagai faktor resiko yang spesifik serta menyusun strategi pencegahan yang efektif sehingga memberikan dampak terhadap biaya yang lebih efisien,” katanya.

Menurutnya, prodi sarjana terapan ners mengemban visi menghasilkan sarjana terapan ners yang profesional, unggul dan mandiri di bidang keperawatan perioperatif pada tahun 2025.

Baca Juga:   Universitas Teknokrat Indonesia Salurkan Sapi dan Kambing ke 12 Panti Asuhan

Lulusan Prodi sarjana terapan ners Poltekkes Tanjungkarang diharapkan menjadi SDM unggul yang memberikan pelayanan keperawatan terutama di area perioperatif sehingga dapat menurunkan angka infeksi luka operasi hari rawat lebih singkat dan RS Indonesia dapat menjadi pusat pelayanan perawatan dengan Zero infeksi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Rizqo Aditya Utama menambahkan, kegiatan ini merupakan seminar Internasional kedua yang dilaksanakan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang, khususnya untuk Jurusan Keperawatan.

“Selama ini, masih banyak kejadian pembedahan yang menimbulkan komplikasi dan kematian. Atas dasar itu, kami ingin mengembangkan keahlian tenaga medis khususnya dalam bidang pembedahan. Dalam kegiatan ini kami mengangkat isu-isu global seperti tentang kejadian infeksi paska operasi,” tandasnya.(ega/kyd)




  • Bagikan