Seminar IT Darmajaya, Gojek Kisahkan Kiat Jadi Startup Sukses

  • Bagikan
Vice President Gojek Regional Sumatera Erika Agustine mengisi seminar IT Development IV Hima Stekom, di Aula Alfian Husin IIB Darmajaya, Minggu (17/3). FOTO DARMAJAYA FOR RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Gojek Indonesia membagi kiat suksesnya dalam seminar IT Development IV Himpunan Mahasiswa (Hima) Sistem dan Teknik Komputer (Stekom), di Aula Alfian Husin Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Minggu (17/3).

Vice President Gojek Regional Sumatera Erika Agustine mengatakan, pasar Gojek di Indonesia terus berkembang. “Sekarang sudah sampai ratusan juta yang mengunduh aplikasi Gojek untuk menjadi pengguna,” ungkapnya.


Erika menerangkan bahwa Gojek merupakan salah satu unicorn terbesar di Indonesia.

“Unicorn tahu kan artinya? Pendapatan startup yang telah melebihi Rp1 miliar,” ujarnya.

Dia menjelaskan, layanan yang diberikan Gojek tidak sebatas hanya transportasi kepada masyarakat. “Melainkan juga kuliner. Tempat-tempat makan yang tidak diketahui masyarakat juga menjadi target kita untuk dikenal masyarakat sehingga mengangkat kuliner daerah,” bebernya.

Erika juga menyampaikan saat ini sudah dapat melayani Go Massage. Dia juga mengatakan sebagai startup yang baru masalah pasti ada. Meski banyak masalah tetapi terus melakukan evaluasi dan driver juga paling banyak menerima laporan.

“Seperti order fiktif atau tidak sesuai identitas driver dengan kendaraan. Kita kan punya satgas yang menindak dan bertugas dalam melakukan pengawasan terkait kecurangan-kecurangan tersebut,” terangnya.

Baca Juga:   Selamat! Shine Rahma Dilla, Siswi SMAN 14 Bandarlampung Raih Juara I KOMBANAS Provinsi Lampung Maju ke Tingkat Nasional

Saat ini, lanjut Erika, Gojek telah melakukan ekspansi ke negara luar. “Kita juga ekspansi ke Vietnam dan sudah di Singapura serta Thailand,” tuturnya.

Erika meladeni pertanyaan peserta bahwa layanan Gojek belum sampai desa dikarenakan harus melihat potensi peluang bisnis di daerah tersebut. “Iya ada beberapa terutama yang di pelosok Gojek belum bisa menjangkau. Karena kita harus melihat peluang bisnisnya dari permintaan masyarakat di daerah tersebut. Apakah sudah ramai dalam penggunaan aplikasi online transportasi,” jelasnya.

Sementara, CEO DJ Corp Davit Kurniawan menyampaikan Mobile Network Security dengan menganalogikan seperti kehidupan sehari-hari.

“Kita menyimpan sesuatu dalam laci dan itu dikunci, laci dalam lemari kita kunci juga lemarinya, lemari di dalam kamar dan kamarnya dikunci juga. Kemudian kamar ada dalam rumah yang kita kunci juga dan rumahnya memiliki pagar dan gemboknya kita kunci juga. Itulah proses mobile network security,” ungkapnya.

Baca Juga:   Perpustakaan Polinela Raih Sertifikat Akreditasi B

Handphone, kata Davit, merupakan barang berharga saat ini karena semuanya ada dan tersimpan di dalam gadget tersebut. “Handphone anda merupakan diri Anda. Semua data diri dan foto serta hal lain yang privat ada di sana. Oleh karena itu harus dijaga dan tidak sembarangan ditaruh,” ujarnya.

Sedangkan, Wakil Rektor III IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., mengatakan kegiatan IT Development IV ini bagian dari program kerja himpunan mahasiswa jurusan.

“Jadi tidak hanya seremoni saja. Tetapi harus dijalani dengan pembelajaran mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan. Karena dunia IT saat ini terus berkembang dan mahasiswa harus bisa mengikuti perkembangan tersebut dengan gelaran seperti ini sudah sangat sesuai dalam era industry 4.0,” ungkapnya.

Dia berharap seminar IT Development IV dapat bermanfaat bagi peserta maupun panitia. “Narasumbernya kan sangat bagus dan berkompeten di bidangnya dalam dunia IT. Bagaimana juga mahasiswa dapat menghasilkan karya-karya dalam kegiatan-kegiatan ini,” pesannya. (rls/apr/sur)




  • Bagikan