Sempat Naik 180%, Penjualan Elektronik Drop ke 40%

  • Bagikan
Ilustrasi Pixabay

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kegiatan daring masih diprioritaskan saat pandemi Covid-19, terlebih Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diterapkan di beberapa wilayah. Hal ini mempengaruhi peningkatan pembelian gawai untuk mendukung kegiatan daring.

Bagian penjualan Griyacom Bandarlampung Reva mengatakan, penjualan laptop untuk mendukung kegiatan pertemuan ataupun rapat secara virtual menggunakan laptop meningkat sekitar 20 persen pada Juni 2021.

“Ada peningkatan sedikit untuk pembelian laptop sekitar 20 persen. Karena anak sekolah dan para pekerja membutuhkan laptop untuk daring dan WFH,” katanya, Rabu (21/7).

Ia juga menuturkan, PPKM darurat yang diberlakukan di Bandarlampung pun membuat Griyacom melakukan penjualan produknya secara online sementara, selama PPKM.

“Sebagai upaya mendukung pemerintah mengurangi penyebaran penularan Covid. Tapi kami membuka pelayanan penjualan secara online,” ungkapnya.

Baca Juga:   Peringati Hari Anak Nasional, BRI Renovasi Sekolah di Wilayah Tapal Batas Indonesia

Terpisah, Branch Manager Kredit Plus Lampung Andri Purnomo menuturkan, pembelian handphone sebagai salah satu gawai yang digunakan dalam kegiatan daring juga meningkat.

“Saya belum tahu pastinya. Tapi jumlahnya meningkat yang mengambil handphone melalui kredit plus. Karena memang penggunaan handphone untuk kegiatan daring masih diperlukan sebagian masyarakat,” katanya.

Berbeda yang diungkapkan Owner Cahaya Fajar Ivan Sejahtera. Ia menuturkan, penjualan barang elektronik pada Juli ini, termasuk handphone mengalami penurunan penjualan. Padahal, dari April telah mengalami peningkatan hingga 180 persen, Mei sekitar 200 persen, dan Juni masih stabil di 160 persen.

“Namun saat Juli ini, ditambah adanya PPKM, hanya sisa 40 persen, ada penurunan sekitar 60 persen. Ini semua elektronik ya, bukan hanya handphone saja,” ungkapnya.

Baca Juga:   Stimulus Kelistrikan, Upaya Pemerintah Membantu Masyarakat di Tengah Pandemi

Ia menuturkan, meski penjualan juga dilakukan secara online, itu tak mendongkrak peningkatan penjualan di tokonya.

“Proses kredit atau leasing banyak yang tidak di-acc di masa PPKM ini. Orang juga enggan berangkat ke toko. Itu sangat mempengaruhi penjualan,” katanya.

Namun, secara prinsip, ia mendukung penerapan PPKM jika tujuannya untuk mengurangi penyebaran Covid-19, dan mengurangi kerumunan.

“Ketika toko buka, kami selalu menerapkan prokes kepada pengunjung. Tapi saat ini sementara kami melayani secara online,” pungkasnya. (rur/sur)




  • Bagikan