Senin, Bandarlampung Mulai Gelar Pembelajaran Tatap Muka

  • Bagikan
Eva
Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana. Sumber Foto: Bagian Protokol

RADARLAMPUNG.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung menjadwalkan mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, pada Senin (13/9). PTM dilakukan dengan mengambil sampel satu sekolah setiap tingkatan per kecamatan.

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mengatakan, pelaksanaan PTM terbatas tetap dengan melakukan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 yang ketat. Mulai dari penyekatan meja, jaga jarak, pengurangan kapasitas kelas, dan lainnya.


“Sekokahan aktivitasnya Senin-Jumat. Tapi, kalau anak-anak kita selang seling, khusus kelas Sembilan. Jadi misal kapasitas kelas 30 siswa, Senin 15 siswa yang masuk, Selasa 15 siswa lainnya yang masuk,” ujarnya, Kamis (9/9).

Begitu juga dengan SD, yang akan dicoba PTM terbatas untuk kelas Enam.

“Kalau kelas Sembilan bagus kita coba ke kelas Delapan dan Tujuh. Begitu juga SD, kalau kelas Enam berhasil kita teruskan ke bawahnya. TK dan PAUD kita coba juga,” terangnya.

Untuk jam sekolah sendiri, kata Eva, akan dilakukan dua jam dalam satu harinya. Jika berhasil maka pada pekan berikutnya akan dicoba empat jam dalam satu hari. Hingga akhirnya kembali normal.

“Bunda berharap kepada para guru kita bukan langsung belajar, tapi kita pertanyakan dulu apa respon anak-anak selama di rumah dan daring. Kita komunikasi, di situlah kita lihat keluhan anak. Barulah Bunda akan panggil kepala sekolah untuk tindak lanjutnya,” ungap Eva.

Baca Juga:   Ombak Tinggi, Pariwisata di Pantai Sepi Pengunjung

“Bunda bilang sama kepala sekolah dan guru kalau ada anak yang kurang jangan dimarahi, tapi nanti jenjang selanjutnya kita beri pelajaran ekstra kulikuler bagi anak-anak yang kemarin tertinggal pelajaran,” jelasnya.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Bandarlampung Sukarma Wijaya mengatakan, kemarin pihaknya telah rapat dengan wali kota. Selaku Satgas Covid-19, wali kota merespon situasi di Kota Tapis Berseri yang telah masuk Zona Kuning dan Level III.

Ditambah lagi ada sinyal dari Gubernur Lampung yang menyatakan Lampung sudah bisa memulai PTM. Akan tetapi menurut Sukarma, terkait PTM ini Pemkot sangat berhati-hati. Karenanya, PTM dilaksanakan secara sampling setiap kecamatan.

“Jadi masing-masing kalau ada 20 kecamatan se-Bandarlampung berarti masing-masing jenjang hanya boleh satu dulu. Untuk TK itu Nol Besar, satu kecamatan satu; SD Kelas 6, satu kecamatan satu; dan SMP Kelas 9, satu kecamatan satu,” terangnya.

Sukarma melanjutkan, tidak semua sekolah yang melakukan PTM terbatas merupakan sekolah negeri. Jika sekolah swasta dinyatakan mampu dan siap, seperti kondisi kelas dan sebagainya, maka dapat menjadi sampel di kecamatan.

Baca Juga:   Perkara Benih Jagung, Mantan Pejabat Pemprov Lampung Dilimpahkan ke Kejari

Hari ini, kata Sukarma, Forum Kepala Sekolah SMP, SD, dan TK menggelar rembuk untuk bersepakat menentukan satu sekolah setiap jenjang per kecamatan. “Akan ditunjuk sehingga tidak ada konflik dan tidak ada cemburu sosial. Bahwa kita sekarang lagi sumulasi PTM dengan prokes Covid-19,” ungkapnya.

Usai ada kesepakatan dan penunjukan setiap sampel sekolah, Dinas Pendidikan akan memantau yang telah disepakati Forum Kepala Sekokah. “Nanti di SPT-kan oleh Disdik, jika ada yang di luar SPT akan diberikan teguran peringatan,” ujarnya.

Dalam PTM, sesuai arahan wali kota, sekokah bukan melakukan pembelajaran. Tapi melakukan sosialisasi bertahap membiasakan diri di era new normal yang melakukan pembatasan dengan Prokes.

“Masih ada prokontra di masyarakat terutama orang tua siswa ada yang ingin segera, ada yang masih belum. Makanya perlu dukungan orang tua siswa. Bagi yang sudah bisa ada pernyataan bahwa orang tua memperbolehkan anaknya ikut PTM,” terangnya. (pip/sur)




  • Bagikan