Senin, Dinkes Gelar Rapat Usulan Pelaksanaan Vaksinasi untuk Pedagang

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung Edwin Rusli. FOTO APROHAN SAPUTRA/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bandarlampung berkoordinasi Dinas Perdagangan (Disdag) Bandarlampung untuk pelaksanaan vaksinasi Tahap III, yang rencananya akan dialokasikan untuk pedagang pasar di Bandarlampung.

Kepala Dinas Kesehatan Bandarlampung dr. Edwin Rusli menyebutkan, saat ini sudah ada sekitar 800 pedagang di beberapa pasar kota Bandarlampung yang menjadi sasaran pertama dalam vaksin Tahap III. Rencananya akan dilaksanakan mulai pekan depan.

“Kalau data sudah masuk ke kita sekitar 800 orang sasaran pertama. Untuk pedagang bertahap kita akan laksanakan. Tentunya berkoordinasi dengan Disdag dulu,” jelasnya.

Terkait lokasi vaksinasi Tahap III, Edwin belum dapat memastikan lokasi vaksinasi. “Recananya kegiatan vaksin di pasar. Tapi besok Senin (5/4) rapat kepastiannya,” jelasnya.

Baca Juga:   Kerabat Korban Selami Gorong-gorong

Dinas Perdagangan (Disdag) Bandarlampung mulai melakukan pendataan pedagang di bawah koordinasi PD Pasar dan Disdag setempat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 Tahap III.

Kepala Disdag Bandarlampung Adiansyah mengatakan, vaksinasi untuk pedagang di Kota Tapis Berseri belum dilakukan, namun saat ini pihaknya tengah berjalan proses pendataan.

Pada pendataan ini, kata Adian, diperlukan lampiran KTP untuk mengetahui NIK pedagang sebagai syarat vaksinasi. Dalam pendataan ini, Disdag bekerjasama dengan PD Pasar setempat.

“Terus bergulir perosesnya, kita berkoordinasi dengan PD Pasar, karena ada yang di bawah koordinasi Dinas Perdagangan, ada juga PD Pasar,” tambahnya.

Untuk data pedagang di Bandarlampung, menurut Adiansyah ada sekitar 4.700. Namun dari jumlah tersebut tidak semuannya akan menggikuti vaksinasi pedagang pasar.

Baca Juga:   H+2 Lebaran, Terminal Rajabasa Masih Sepi

Sebab, menurutnya ada beberapa pedagang yang telah terdaftar di lansia, ada yang tidak memenuhi syarat karena ada penyakit bawaan, dan terdata untuk melakukan vaksinasi di kelurahan tempat tinggalnya.

“Jadi yang melampirkan KTP ke kita, itu yang akan divaksin. Untuk jumlah kuota dosis vaksin nunggu Dinas Kesehatan, karena dari Dinkes, kita hanya mendata saja,” tutupnya. (gie/sur)



  • Bagikan